Press "Enter" to skip to content

6 Gunung Api yang Patut Diwaspadai pada 2018

Letusan Gunung Agung di Bali mewarnai tahun 2017. Tapi sebetulnya dari 139 gunung api aktif di Indonesia, sebanyak 18 levelnya patut diwaspadai.

Seperti dilansir Popular Science, kemarin, di dunia sendiri, ada 14-27 gunung api yang meletus sepanjang 2017. Kebanyakan berada di Cincin Api Pasifik, yaitu sebuah kawasan di Samudera Pasifik di mana beberapa lempeng tektonik bertemu.

Letusan lain terjadi di interior kontinen macam gunung api Ol Doinyo Lengai di Tanzania, atau kepulauan macam Hawaii. Banyak juga letusan terjadi di dasar laut, seperti di pulau Tonga-Kermadec di baratdaya Pasifik.

Nah, untuk tahun 2018, berikut ini enam gunung api yang patut kita waspadai, selain Gunung Agung, yang masih menunjukkan aktivitas yang tinggi:

Gunung Kirishima, Jepang
Gunung api ini punya beberapa kerucut dengan letusan yang terekam sejak tahun 742. Letusan di kerucut Shinmoedake pada 2011 adalah yang terbesar setelah 50 tahun. Gunung api ini meletus setelah enam tahun, dengan asap membubung setinggi 200 meter.

Gunung Merapi, Indonesia
Merapi termasuk gunung api paling berbahaya karena frekuensi letusan dan kepadatan penduduk di kaki dan sekitarnya. Letusan tahun 2010 termasuk paling mematikan untuk abad ke-21 dengan korban hampir 400 orang.

Gunung Öræfajökull, Islandia
Gunung api yang diselimuti salju ini meletus dua kali, termasuk letusan terbesar pada 1362 dan 1727-28. Kedua letusan diikuti banjir besar yang bersumber dari danau subglasial.

Öræfajökull sedang bangun dari tidurnya. Tremor seismik kecil di dalamnya sudah terekam sejak Agustus 2017 dan pada November, sebuah depresi di permukaan es di dalam kawah utamanya sudah muncul. Depresi ini terjadi ketika lapisan es di bawah permukaan mencair karena pemanasan.

Gunung Popocatépetl, Meksiko
Gunung api ini berada 70 kilometer di tenggara Mexico City dan merupakan gunung paling aktif di negara itu. Gunung api ini sedang menunjukkan aktivitas letusan dengan pertumbuhan kubah lava, ledakan, asap membubung sampai beberapa kilometer dan debu vulkanis yang turun dan menutupi area sekitarnya.

Gunung Villarrica, Chile
Gunung api yang ditutupi salju ini adalah satu dari sedikit gunung api di dunia yang punya danau lava yang aktif. Secara gradual terjadi peningkatan aktivitas seismik dan lava di danau lava tadi, menghasilkan lontaran lava setinggi 150 meter, yang terekam sejak November 2017. Saat gunung ini meletus pada 2015, ia melontarkan debu dan lava setinggi 1.000 meter ke udara.

Gunung Kilauea, Amerika Serikat
Gunung Kilauea di pulau terbesar di Hawaii telah mengeluarkan lava basal yang kental dan panas selama 35 tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: