Press "Enter" to skip to content

Menunggu Fenomena Gerhana Bulan Berikutnya

Kalau kamu melewatkan gerhana bulan total yang membuat Bulan seperti ‘bulan darah’ pada 31 Januari lalu, jangan kuatir. Fenomena ‘bulan darah’ itu akan terjadi lagi pada 21 Januari 2019. Tapi jelas tidak akan seunik peristiwa kemarin.

Gerhana Bulan Total berikutnya, yakni saat bulan menjadi merah saat melintasi bayangan hitam Bumi atau disebut umbra, akan terjadi pada 27 Juli tahun ini. Tapi gerhana ini akan terpantau di Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia, dan Australia, kecuali di Amerika bagian utara.

Sedang gerhana Bulan pada 21 Januari 2019 akan terpantau di Amerika bagian utara. Ia juga akan tampak di sebagian Eropa, Afrika, dan Asia. Bedanya dengan gerhana Bulan 31 Januari lalu, gerhana 2019 tidak akan disebut Blue Moon.

Para astronom memiliki dua definisi berbeda untuk Blue Moon. Blue Moon bisa berarti bulan purnama kedua dalam satu bulan atau bulan purnama ketiga dalam satu musim yang memiliki empat bulan penuh. Blue Moon berikutnya yang terdekat adalah pada 31 Maret mendatang.

Setelah gerhana bulan total pada 21 Januari 2019, gerhana Bulan lainnya adalah gerhana Bulan sebagian pada 16 Juli 2019 dan empat gerhana bulan penumbra (yakni ketika Bulan melintas pada sudut terluar bayangan Bumi, yaitu penumbra) pada 2020. Setelah itu, terjadilah gerhana Bulan total pada 26 Mei 2021.

Adapun Super Blue Blood Moon, seperti yang terjadi pada 31 Januari lalu, baru akan terjadi lagi pada 31 Januari 2037. Ia akan terlihat di Amerika Utara, Eropa, Asia, Australia, dan sebagian Afrika. Super blue blood moon adalah fenomena supermoon, yaitu saat bulan purnama(Blue Blood)  berada pada posisi terdekat ke Bumi (perigee), yang terjadi bersamaan dengan gerhana Bulan total.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: