Press "Enter" to skip to content

Stratolaunch, Pesawat Pembawa Roket Idenya Pendiri Microsoft

Pesawat bernama Stratolaunch itu berhasil mencapai kecepatan 74 km per jam saat uji coba melakukan taxi di landasan Mojave Air and Space Port di Mojave, California, Minggu (25/2). Begitu isi twit dari Paul Allen, salah satu pendiri Microsoft dan merupakan pendiri Stratolaunch Systems Corp, baru-baru ini.

Stratolaunch, bila nanti bisa terbang, akan menjadi pesawat dengan bentang sayap terbesar di dunia. Bentangan sayapnya mencapai 117 meter.

Pesawat berbobot 227.000 kilogram itu bisa membawa beban sampai 250.000 kg. Stratolaunch memang bukan pesawat biasa. Ia adalah pesawat yang bakal dipakai untuk meluncurkan roket dan satelit ke orbit rendah Bumi.

Selama ini, peluncuran roket dari lokasi yang tetap di permukaan tanah, seringkali akan terkendala masalah cuaca atau gangguan dari lalu lintas penerbangan di sekitarnya. Tapi meluncurkan roket atau satelit dari pesawat yang sedang terbang, akan meminimalisir gangguan tersebut.

Stratolaunch akan tinggal landas dari landasan umumnya kemudian akan melepas bawaannya pada ketinggian jelajah 36.000 kaki atau 11.000 meter. Sehingga akan mengurangi risiko pembatalan peluncuran karena masalah cuaca dan sebagainya.

“Dengan begitu akses ke antariksa akan makin nyaman, handal, dan lebih rutin,” demikian penjelasan perusahaan Stratolaunch di website-nya.

Pesawat ini terdiri dari dua pesawat yang disatukan dengan sebuah sayap sentral. Ia memakai enam mesin Boeing 747 dan dua fuselage atau bodi pesawat. Salah satunya (yang kanan) ditempati oleh kru penerbangan, dan satu lagi untuk sistem data penerbangan. Sedang sayap sentral yang menyatukan kedua fuselag membantu menstabilkan pesawat dan bertindak sebagai titik pembawa roket.

Stratolaunch pertama kali keluar dari hanggarnya pada Mei 2017 dan pada September, mesinnya dites untuk pertama kali. Ia melandas di landasan pacu pertama kali pada Desember 2017 dan mencapai kecepatan taxi di landasan 64 km per jam, untuk menguji kemudi dan sistem pengereman.

Pengetesan yang dirilis oleh Allen di akun Twitternya adalah upaya untuk memperbaiki performa pesawat di landasan. Pesawat ini sendiri dijadwalkan akan beroperasi pada akhir dekade ini.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: