Press "Enter" to skip to content

Ke Lombok, Plh Ketua PMI Beri Penghormatan Relawan PMI Korban Gempa

Pelaksana Harian (PLH) Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Ginandjar Kartasasmita mengunjungi lokasi pengungsian masyarakat terdampak gempa Lombok di Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (13/8). Dia juga mengunjungi keluarga almarhum Relawan PMI Kota Mataram, Zullhadi, yang menjadi korban bencana itu.

Ginandjar ke Lombok untuk melihat langsung keadaan masyarakat yang terdampak gempa sekaligus melihat pelayanan PMI yang dilakukan selama operasi tanggap darurat di Lombok. 

“Saya ingin melihat langsung kondisi masyarakat yang kehilangan rumah mereka yang hancur akibat gempa sekaligus ingin melihat pelayanan-pelayanan PMI untuk masyarakat terdampak gempa,” kata Ginandjar.

Dengan kunjungan lapangan ini, dia bisa melihat langsung kondisi di lapangan dan dapat mengetahui apa saja yang masih harus dilakukan PMI untuk membantu para korban terdampak, terutama bantuan yang masih sangat dibutuhkan masyarakat. “Kita harus percepat pengiriman dan pendistribusiannya ke masyarakat,” ujar Ginandjar.

Di sela-sela kunjungannya ke Lombok, Ginandjar dan rombongan menyempatkan mengunjungi keluarga almarhum Zullhadi, untuk memberikan penghormatan serta penghargaan atas jasa Zullhadi selama 15 tahun mengabdi pada tugas kemanusiaan selama ia menjadi relawan. Zullhadi (34 tahun) meninggal saat perjalanan membawa barang logistik untuk masyarakat terdampak gempa menuju Lombok Utara pada Kamis 9 Agustus 2018.

Kedatangan Ginandjar didampingi oleh jajaran pengurus PMI Pusat dan relawan PMI sekaligus komedian Komeng yang hadir untuk menghibur warga Desa Dangiang melalui kegiatan dukungan psikososial untuk membantu mengurangi rasa takut dan khawatir masyarakat akibat dampak gempa.

“Senang sekali dapat bertemu langsung dengan warga di sini. Selama ini saya hanya melihat berita gempa Lombok dari televisi dan media sosial. Saya ingin menghibur mereka. Setidaknya itu yang saya bisa lakukan,” jelas Komeng.

Kunjungan para pengurus PMI Pusat ke Desa Dangiang ini merupakan bagian dari agenda rombongan yang diawali dengan mengunjungi Markas PMI NTB di Kota Mataram dan Posko PMI di Rest Area Kayangan Lombok Utara untuk bertemu dengan para relawan PMI yang bertugas di Lombok. 

Sejak terjadinya gempa 6,4 SR yang mengguncang Lombok NTB pada Minggu 29 Juli 2018, PMI terus melakukan pelayanan kemanusiaannya kepada masyarakat terdampak gempa hingga saat ini. Pelayanan PMI dimaksud adalah pelayanan kesehatan, distribusi bantuan darurat seperti terpal, selimut, dan tikar, pencarian orang hilang (melalui nomor telepon 085932263845), dukungan psikososial support program (PSP), serta distribusi air bersih yang menjadi pelayanan utama PMI di Lombok.

“Sebanyak 20 truk tangki air sudah kami sebar di wilayah Lombok untuk distribusi air bersih ke masyarakat terdampak. Untuk Lombok Utara, kami akan operasikan alat pengolah air yang dapat mengolah air keruh menjadi air bersih, untuk mengantisipasi lokasi sumber air yang terbatas dan jauh. Pengolahan air ini akan kami lakukan sampai sumber air dan pipa air masyarakat diperbaiki,” kata Arifin Muhammad Hadi, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI.

Seluruh pelayanan PMI ini akan dilakukan selama operasi tanggap darurat PMI yang akan berjalan selama 18 bulan dengan menargetkan 20.000 kepala keluarga (KK) yang tersebar di Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kota Mataram. Wilayah pelayanan PMI juga akan menjangkau daerah-daerah yang terisolir dan belum tersentuh bantuan, seperti daerah perbukitan Gunung Rinjani.

Pascagempa ini PMI bersama warga juga akan membersihkan puing-puing reruntuhan rumah mereka dan akan membangun tenda transisi sebagai rumah hunian sementara untuk mereka.
Setelah dari Lombok Utara, rombongan Ginandjar Kartasasmita bertolak ke Lombok Timur untuk menyerahkan bantuan 2 pasang alat bantu jalan (kruk) dan 5 kursi roda ke warga terdampak gempa melalui RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: