Press "Enter" to skip to content

Kisah Relawan Menembus Hutan untuk Alirkan Air Bagi Korban Gempa Lombok

Pasca gempa bumi yang melanda Lombok, NTB, dan sekitarnya, masyarakat membutuhkan banyak pasokan air bersih untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Gempa bumi telah merusak jalur pipa yang mengalirkan air bersih ke kawasan permukiman mereka.

Sejumlah relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dibantu warga mencoba memperbaiki jalur air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga tiga dusun di kawasan Lombok Utara, yaitu dusun Beleq, Tenggorong, dan Gumentar.

Mereka harus menembus kawasan hutan belantara dengan jarak tempuh lima jam untuk memasang jalur pipa sejauh 2 km untuk mengalirkan air dari sumber mata air bersih ke tiga desa.

Aksi mereka itu mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh. Salah satunya adalah pujian dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitter-nya.

Dalam cuitannya, Rabu (29/8), Sutopo mengatakan, “PMI Solo bersama masyarakat membangun pipa jaringan air bersih sepanjang 2 km untuk membantu kebutuhan air korban gempa Lombok di Dusun Beleq Desa Gumantar Kayangan Kab Lombok Utara. Terima kasih PMI!”

Begitu juga cuitan di akun Twitter BNPB: “Bekerja bersama saling bahu membahu antara PMI Solo bersama masyarakat membangun pipa jaringan air bersih sepanjang 2 km untuk membantu kebutuhan air korban gempa Lombok di Dusun Beleq Desa Gumantar Kayangan Kab Lombok Utara. Terima kasih PMI untuk bangun kembali Lombok.”

Salahsatu relawan yang bertugas, Budi Utomo menuturkan, kegiatan ini dilakukannya untuk menjawab permasalahan warga di tiga kedusunan yang mengalami kesulitan air bersih akibat pipa instalasi air yang digunakannya rusak dan mengalami kebocoran akibat dampak gempa yang mengguncang daerah tersebut.

“Untuk menembus lokasi ini cukup sulit, selain harus menggunakan kendaraan off road 4×4, dari posko khayangan, Tim juga harus mendaki menapaki lereng gunung untuk sampai ke lokasi,” kata Budi yang juga sebagai Ketua Sibat Sewu ini.

Dalam proses pelaksanaannya, Tim PMI bersama warga, serta dibantu sejumlah relawan dari SAR UNS, Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) Vagus Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Mereka bahu-membahu menembus hutan belantara membawa pipanisasi untuk pemasangan instalasi air bersih untuk menormalkan kembali pasokan air ke rumah rumah warga.

Kontributor: Atep Maulana

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: