Press "Enter" to skip to content

Sebetulnya, Gede-gedean RAM di Smartphone Perlu Tidak?

Seperti kita tahu, memori sebuah smartphone terdiri dari RAM (Random Access Memory) dan ROM (Read Only Memory). Secara sederhana, RAM itu gunanya untuk menyimpan data yang sedang bekerja pada sistem. RAM ini sangat mempengaruhi kecepatan operasi dan kelancaran menjalankan berbagai aplikasi pada waktu bersamaan. Sedangkan ROM itu untuk menyimpan datamu, yang akan mempengaruhi seberapa banyak foto, video, music, dan aplikasi yang bisa kamu simpan di perangkat smartphone, dan juga mempengaruhi kecepatan smartphone setelah penggunaan yang lama. Tapi kalau kita perhatikan di sentra penjualan smartphone, ada berbagai tipe smartphone dengan ukuran ROM dan RAM yang beragam pula. Bagaimana caranya memilih smartphone yang bisa menyajikan user experience paling maksimal?

RAM 4GB itu cukup
Saat kamu membuka satu aplikasi atau bermain game, data instan akan disimpan ke RAM. Berkat adanya RAM ini, lebih dari satu aplikasi bisa dijalankan pada waktu bersamaan; bahkan saat berpindah-pindah aplikasi pun, proses instan itu tidak akan hilang. Dengan makin banyaknya aplikasi yang kita gunakan, kelihatannya makin besar RAM itu artinya lebih baik. Tapi apakah kita perlu membayar untuk RAM lebih besar, misalnya 6GB atau 8GB?
Vishal Kara, Head of Product di Piriform (pembuat CCleaner for Android), dalam sebuah wawancara dengan Digital Trends pernah berkata, “Tak ada soal salah atau benar tentang seberapa besar RAM yang dibutuhkan sebuah smartphone, walaupun RAM berperan penting dalam melancarkan pengalaman kita menggunakan smartphone. Tak seperti PC, di mana penundaan pemuatan aplikasi selama beberapa detik masih bisa diterima, kalau di smartphone kita berharap aplikasi apapun bisa dimuat secara instan meskipun kita sedang bepergian.”
Menurut pakar yang lain dari Geekbench 4 — John Poole, RAM 4GB sebetulnya cukup untuk penggunaan harian. Berdasarkan kebiasaan pengguna, orang-orang normalnya hanya menggunakan 9 aplikasi per hari dan hampir 30 aplikasi selama sebulan. Meski begitu, yang dibutuhkan sebetulnya hanya 2,3GB per hari untuk mengoperasikan 47 aplikasi untuk sebuah smartphone yang memiliki RAM sebesar 4GB. Jadi, tak perlu RAM yang terlalu besar sebab tak perlu adanya tambahan RAM.
“Untuk smartphone, 4GB itu cukup sekarang,” kata Poole kepada Digital Trends. “Feeling saya adalah bahwa beberapa vendor terlibat dalam perang spek di mana mereka membekali RAM yang berlebihan sederhananya hanya karena selling point saja — mereka bisa bilang ‘Lihat RAM yang kami punya lebih besar daripada pesaing kami, jelas smartphone kami lebih baik’.”
Tapi apakah RAM yang lebih besar akan mempengaruhi penggunaan harian sebuah smartphone? Jawaban Poole adalah ya. Dia menjelaskan, lebih banyak RAM yang dimasukkan ke dalam smartphone, maka lebih besar tenaga yang dibutuhkan dan makin cepatlah tenaga baterai habis. RAM akan menyedot daya listrik terlepas apa yang ada di dalamnya – apakah itu aplikasi atau bukan, Anda tetap harus membayarnya dengan daya listrik. Dengan kata lain, kalau Anda tidak menggunakan RAM, maka itu tidak akan menguras tenaga baterai. Proses di background juga butuh energi. Siapapun yang pernah menggunakan aplikasi macam Facebook di Android, pasti tahu.
Sebagai kesimpulan, RAM 4GB bisa jadi ukuran RAM terbaik untuk sebuah smartphone apabila smartphone itu tak punya solusi untuk menghemat daya, sebab, ia bisa mencapai keseimbangan penggunaan yang lancar untuk aktivitas multitasking dan penggunaan harian yang lebih panjang.
Nah, bagaimana dengan ROM, seberapa besar yang termasuk cukup? Saran praktis adalah, untuk harga smartphone yang terjangkau, makin besar ROM-nya makin layak smartphone itu dibeli.
Alasan pertama adalah karena kita sekarang hidup di dunia yang penuh dengan aneka koneksi dan jejaring sosial, dengan masifnya informasi yang diunduh dan diunggah setiap hari, hal-hal digital yang perlu kita simpan di perangkat meningkat tajam tahun-tahun ini. Juga dengan meningkatnya kemampuan kamera, smartphone mengambil alih tempat DSLR menjadi alat yang paling disukai oleh pengguna normal untuk merekam foto, oleh karena ukurannya yang lebih kecil dan lebih nyaman, yang menciptakan lebih banyak gambar yang pada akhirnya menguasai lebih banyak memori internal. Memori internal tidak pernah cukup untuk menampung foto dan videomu.
Juga, jika kami adalah penggemar game, kamu akan membutuhkan ROM yang lebih besar untuk menyimpan game, lantaran sekarang semua smartphone game memiliki ukuran yang lebih besar dari sebelumnya. Sebagai contoh, PUBG yang terkenal itu akan menyita 1,64GB untuk pengunduran primer, dan Mobile Legends: Bang Bang membutuhan hampir 1GB. Game-game ini butuh lebih banyak ruang lagi untuk menyimpan data pemain. Memori internal yang lebih besar akan memberikan pengalaman bermain game yang lebih menyenangkan ketimbang yang lebih kecil memorinya.
Saat ini, di pasar ada beberapa opsi memori internal, dari 8GB, 16GB, 32GB, 64GB, 128GB, dan 256GB. Ukuran 8GB, 16GB dan 32GB sekarang sudah terasa terlalu kecil dan butuh dukungan tambahan melalui kartu micro-SD. Ukuran 64GB termasuk okey, tapi tak cukup bagi pengguna berat, meski bisa jadi pilihan yang seimbang terkait budget. Itulah alasan mengapa ROM yang berukuran 64GB bisa menjadi pilihan mainstream bagi smartphone kelas menengah macam dua vendor dari China yang baru saja meluncurkan jagoannya di range harga yang sama. Tapi dengan harga yang sama, kalau kamu mencari smartphone dengan storage yang lebih besar tanpa mengorbankan ruang yang penting, kini ada Huawei nova 3i, yang punya ROM 128GB. Smartphone ini juga menghadirkan fitur-fitur luar biasa dan chipset, dengan RAM 4GB yang cukup untuk penggunaan harian.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: