Press "Enter" to skip to content

Memulihkan Trauma Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

Sepekan lebih sudah gempa dan tsunami menerjang wilayah Sulawesi Tengah. Tragedi ini menyisakan rasa trauma yang mendalam bagi para warga khususnya warga terdampak.

Palang Merah Indonesia (PMI) terus bergerak melakukan pelayanan Psikososial Support Program (PSP) kepada korban gempa bumi di beberapa wiliayah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Langkah ini dinilai perlu untuk memulihkan kondisi trauma psikologis warga setelah peristiwa gempa yang disusul tsunami yang terjadi di wilayah Sulawesi Tengah pada tgl 28 September 2018 kemarin.

Berdasarkan informasi dari PMI, masyarakat terdampak tiga wilayah seperti Palu, danggolo, dan Sigi masih merasakan trauma. Terutama anak anak, yang kondisinya mengkhawatirkan. Mereka memilih tidur di dalam tenda dan tak sekolah.

Seperti yang dilakukan di desa Sibado Kecamatan Sirenja Donggala. Di lokasi ini, sedikitnya ada 500 kepala Keluarga yang menempati pengungsian ini. Bahkan tidak sedikit di kampung ini sebagian warga masih ada yang bertahan di pegunungan, tak berani kembali ke rumah masing masing.

“Sudah hampir sepuluh hari tinggal di pengungsian. Tidak bisa sekolah dan takut kembali ke rumah,” ucap salah satu anak, Pitria (6). Dirinya harus rela meninggalkan waktu belajar dan mainnya, tinggal di pengungsian bersama ratusan anak lainnya. Pitria mengaku sangat senang bisa bermain bersama dengan kakak-kakak dari PMI di pengungsian

“Bisa belajar dan menggambar bersama, serta bermain, seperti main petak umpet, main bola,” kata Pitria.

Sementara itu, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Arifin M Hadi mengatakan, PMI telah melakukan Trauma Healing untuk kelompok rentan sesuai dengan hasil kaji cepat (Rapid Assesment) yang sebelumnya telah dilakukan tim Psikososial Support Program (PSP) PMI. Hal ini sesuai arahan dan instruksi langsung ketua Umum PMI, Jusuf Kalla untuk mengerahkan sumber daya PMI yang ada.

Untuk mengatasinya lanjut Arifin, tim dukungan Psikososial (PSP) PMI telah melakukan kegiatan play theraphy dengan berbagai bentuk kegiatan. Misalnya bernyanyi bersama, menggambar, dan mengucapkan shalawat bersama. Tujuan utamanya agar anak-anak menemukan kembali keceriaan.

Layanan PSP PMI ini ungkap Arifin, adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial individu maupun masyarakat. Harapannya agar tetap berfungsi optimal pada saat mengalami krisis dalam situasi bencana.

Sementara, Kepala Sub Tanggap Darurat dan Pemulihan PMI Pusat, Ridwan S Carman menambahkan, saat ini terus melakukan pelayanan terpadu, dari mulai pelayanan dukungan psikososial (PSP), kesehatan, distribusi logistik, dan tidak kalah pentingnya yang kita fokuskan hari ini pelayanan distribusi air bersih dan Water, Sanitation and Hygiene (WASH).

Selain itu, tambah Ridwan, posko layanan pemulihan hubungan keluarga/Restoring Familiy Link (RFL) masih terus dibuka untuk informasi atau data yang dilaporkan masyarakat terdampak melalui laman laman/website familylinks.icrc.org/indonesia atau bisa datang langsung ke Posko PMI di Markas PMI Kota Palu, Jl. R.A Kartini No.20, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.