Press "Enter" to skip to content

Welcome, Huawei Mate 20 Series yang Fenomenal

Seri smartphone yang menjadi trah tertinggi di lini produk Huawei ini sudah banyak sekali dibicarakan, bahkan saat wujudnya belum bocor ke ranah maya. Engine-nya, SoC Kirin 980, bahkan sudah banyak diulas saat diluncurkan pada Agustus lalu. Pada akhirnya, kemarin malam, Huawei secara resmi meluncurkan seri Mate 20 ini di ExCeL, London, Inggris.

Mendahului Apple dalam peluncuran chipset berteknologi proses 7nm, tapi smartphone-nya sendiri baru diluncurkan setelah Apple merilis seri iPhone XS. Pada akhirnya, publik kini punya dua pilihan keluarga smartphone canggih yang menggunakan chipset yang diciptakan dengan teknologi proses. Mengapa ini penting?

Sebab, teknologi 7nm membuat chipset bisa ditanamkan jauh lebih banyak transistor. Pada akhirnya performa smartphone akan melonjak dan pada saat yang sama, terjadi penghematan daya. Nah, ngomong-ngomong soal Huawei Mate 20 Series, mari kita bahas lebih detail.

Desain
Anugerah dari elemen alami direkam dalam desain Huawei Mate 20 Series. Sasisnya membundar di seluruh delapan sisinya, enak dilihat dan nyaman digenggam.

Susunan kamera matriks di bagian belakang memberikan tampilan yang unik dan futuristik pada Huawei Mate 20 Series. Diatur dalam matriks dua-dua, empat cut-out untuk kamera dan sensor dilingkari dalam bingkai logam. Susunan ini terinspirasi dari mobil balap Porsche.

Bagian belakang Huawei Mate 20 Series bertekstur Hyper Optical Pattern, yang memberikan efek garis rambut halus yang tahan lama pada perangkat itu, membuatnya anti-slip dan anti-sidik jari. Perangkat tetap bersih bahkan ketika digunakan secara ekstensif.

Teknologi penggerak
Kirin 980 yang diproduksi dengan teknologi 7nm mengandung 6,9 miliar transistor dalam ukuran sebesar kuku jari. Dengan jumlah transistor 1,6 kali lebih banyak dibandingkan dengan chipset 10nm, chipset Huawei AI yang baru diklaim menghasilkan 20 persen peningkatan kinerja dan 40 persen peningkatan efisiensi.

Kirin 980 adalah chipset pertama yang menanamkan core berbasis Cortex-A76, yang 75 persen lebih kuat dan 58 persen lebih efisien dibandingkan dengan pendahulunya. Chipset ini dirancang dengan arsitektur yang terdiri dari dua core berbasis Cortex-A76, dua core Cortex-A76, dan empat core kecil Cortex-A55. Arsitektur yang unik memberikan kinerja dan efisiensi yang luar biasa secara bersamaan di seluruh aktivitasnya.

Huawei Mate 20 juga memiliki sistem pendingin revolusioner yang terdiri dari graphene dan ruang uap. Kinerja pendinginan yang jauh lebih baik memungkinkan pengguna untuk melakukan clock CPU dan GPU pada kecepatan penuh dan menjalankan permainan grafis intensif dan secara signifikan mencegah perangkat jadi panas.

Triple Camera
Huawei Mate 20 Series memakai triple camera dari Leica dan lensa Ultra Wide Angle dari Leica, supaya pengguna memiliki opsi untuk merekam foto dengan perspektif yang lebih luas, memungkinkan pengguna sehari-hari untuk meningkatkan klip video mereka menjadi karya sinematik.

Sistem kamera baru ini juga mendukung fotografi makro, yang menghasilkan gambar-gambar tajam dari objek yang ditempatkan sedekat 2.5 cm dari lensa. Lensa ultra-wide angle dan dukungan makro, melengkapi satu set fitur dari triple camera dari Leica, mengangkatnya jadi kamera yang benar-benar serba siap untuk menangkap setiap dan semua aksi.

Mode AI Cinema tersedia pada Huawei Mate 20 Series. Pengguna dapat menggunakan mode ini untuk menyesuaikan warna, saturasi dan kecerahan klip video mereka supaya dapat dengan mudah mengubah suasana rekaman. Muncul dengan berbagai preset, termasuk Vintage, Fresh, Suspense dan Background Blur. Fitur ini juga mendukung desaturasi selektif. Menggunakan AI, Huawei Mate 20 Series dapat mengisolasi subjek manusia dan menghilangkan warna-warna di sekitarnya untuk menyorot obyek foto tersebut. AI Spotlight Reel mengidentifikasi klip dengan tema yang dibagikan dan secara otomatis menghasilkan montase 10 detik.

Huawei Mate 20 mendukung pengambilan foto dan video dengan rasio native 21:9. Dibandingkan dengan rasio 16:9 yang biasa, aspek rasio 21:9 memiliki perspektif yang jauh lebih luas, yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan efek artistik dan sinematik.

Teknologi pengisian baterai yang cepat
Huawei Mate 20 Series memiliki baterai besar yang akan memberi daya bagi penggunanya sepanjang hari. Huawei Mate 20 hadir dengan baterai 4000mAh, sementara Huawei Mate 20 Pro dikemas dengan baterai 4200mAh dan Huawei Mate 20 X memakai baterai 5000mAh yang luar biasa .

Huawei SuperCharge mendukung pengisian daya yang kecepatannya ekstrem, hingga 40W. Ketika Huawei Mate Pro 20 dicolokkan ke adaptor 40W Huawei SuperCharge, ia dapat mengisi muatan sebanyak 70 persen (setara dengan 2940mAh) dengan sesi pengisian 30 menit. Teknologi pengisian cepat ini telah disertifikasi oleh TÜV Rheinland untuk memenuhi standar keamanan yang ketat.

Bersamaan dengan kemajuan pengisian ulang baterai dengan kabel, Huawei Mate 20 Pro juga mendukung pengisian nirkabel melalui 15W HUAWEI Wireless Quick Charge. Sesi pengisian nirkabel selama 30 menit meningkatkan baterai hingga sekitar 30 persen (setara dengan 1300mAh).

Teknologi terobosan lainnya datang dalam bentuk Wireless Reverse Charging, yang memungkinkan pengguna untuk mengambil keuntungan maksimum dari baterai besar di dalam perangkat untuk memberikan manfaat bagi perangkat lain.

Antarmuka EMUI 9.0
Huawei Mate 20 Series hadir dengan EMUI 9.0, sistem operasi pintar berbasis Android P. dengan algoritma pembelajaran mandiri AI, sistem alokasi sumber daya yang terintegrasi dan terperinci, dan lingkungan Android yang sangat dioptimalkan.

EMUI 9.0 menggabungkan desain yang terpadu, ergonomis dan menu pengaturan yang efisien. Dukungan navigasi dengan gesture yang baru memungkinkan pengguna untuk dengan mudah berinteraksi dengan perangkat mereka hanya dengan menggunakan ketukan dan gesekan. Ia juga memperkenalkan fitur AI baru yang memungkinkan Huawei Mate 20 Series melakukan atau meningkatkan berbagai tugas, mulai dari identifikasi objek dan penghitungan kalori makanan hingga menangkap video.

Berapa harganya dan kapan masuk ke Indonesia? Belum jelas. Kita tunggu saja.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: