Press "Enter" to skip to content

Vateguard, Mercusuar Penjaga Garis Batas Kedaulatan

Berbagai ancaman bisa melanda pertahanan wilayah perairan terluar Indonesia. Mulai dari ancaman tenggelamnya pulau terluar sampai penyusupan. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu sistem yang bisa mengantisipasi hal itu semua.

Salah satu gagasan yang muncul adalah teknologi mercusuar buah karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mereka membuat teknologi mercusuar yang disebut Vateguard, atau The Private Eye and the Guardian. Gagasan inovatif ini telah berhasil menyabet juara I pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional (LKTIN) El Nino yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Oseanografi (HIMAOSE) Universitas Diponogoro (Undip), akhir Oktober lalu.

Tidak seperti pada mercusuar kebanyakan yang dibangun di atas sebuah pulau, Mercusuar Vateguard ini dirancang untuk dapat berdiri kokoh di atas laut. Dengan memanfaatkan prinsip bangunan offshore (lepas pantai), mercusuar ini dibentuk menyerupai Jacket (jenis bangunan lepas pantai yang memiliki kaki dan menancap hingga lapisan tanah di dalam laut). Hanya saja, terdapat perbedaan pada rancangan rangka kaki, bahan dasarnya, dan juga adanya mercusuar pada bagian atas bangunan ini.

Gagasan ini dikemukakan oleh Muhammad Rizky Syarifudin, Ferdita Syalsabila dan Indah Aqnaita Tidar Yasmin dari Departemen Teknik Kelautan. Rizky atau yang akrab disapa juga Udin mengatakan, permasalahan di wilayah terluar Indonesia khususnya wilayah laut akan lebih kompleks dari saat ini. “Terutama potensi tenggelamnya daratan di daerah luar tersebut semakin membayang-bayangi perbatasan perairan Indonesia,” ujar Udin, seperti dilansir oleh Ristekdikti.

Udin dan tim mengatakan, mercusuar inilah yang akan menjadi penanda batas wilayah Indonesia. Berdasarkan beberapa penelitian, daerah terluar Indonesia yang berupa pulau yang menjadi perwakilan garis pantai wilayah Indonesia berdasarkan acuan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) memiliki berbagai ancaman. Ancaman tersebut baik yang saat ini sedang terjadi, ataupun yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa waktu yang akan datang.

Adanya potensi tenggelamnya pulau-pulau kecil di daerah terluar tersebut, bisa dipastikan memberikan berbagai kerugian bagi Indonesia, salah satunya ialah berkurangnya luas daerah Indonesia. Global Warming (pemanasan global) dan gempa bumi disinyalir menjadi ancaman lenyapnya pulau-pulau tersebut.

Selain berfungsi untuk mencegah pengurangan wilayah karena aturan ZEE, mercusuar tersebut sebenarnya juga dapat dijadikan sebuah pangkalan militer. Hal tersebut dikarenakan Mercusuar Vateguard dirancang agar mampu menjadi pangkalan militer Angkatan Laut Indonesia, yang di dalamnya terdapat berbagai sarana penunjang pertahanan dan keamanan nasional.

Diharapkan, gagasan proyek mercusuar ini juga dapat mengurangi tingkat penangkapan ikan secara ilegal yang dilakukan nelayan asing, yang tidak berhak memancing ikan di wilayah Indonesia.

“Dengan mercusuar ini, kita seperti membuat sebuah patok untuk Indonesia, di mana saat pulau terluar Indonesia itu akan hilang, maka wilayah Indonesia tidak akan semakin menyempit tapi masih tetap dengan wilayah utuhnya,” papar mahasiswa berkacamata ini.

Ke depannya, mereka berharap agar gagasan mereka ini dapat dikembangkan lebih matang lagi dan juga mereka berharap agar pihak yang berwenang dalam urusan maritim ini mampu mewujudkan gagasan ini.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: