Press "Enter" to skip to content

Kelabang dan Kaki Seribu, Apa Gunanya Kaki Sebanyak Itu?

Lipan atau kelabang dan kaki seribu sama-sama masuk ke subfilum myriapoda di dalam kelompok arthropoda. Dalam bahasa Yunani, myriapoda berarti “kaki tak terhitung”. Tapi untuk apa kaki sebanyak itu?

Secara umum, myriapoda memiliki struktur tubuh yang sama, terdiri dari kepala, badan berbuku-buku, dan banyak kaki. Ilmuwan memperkirakan ada sekitar 8000 spesies lipan dan 80.000 spesies kaki seribu.

Apa saja perbedaan lipan dan kaki seribu? Derek Hennen, seorang pakar entomologi di Virginia Tech mengatakan dari perilakunya, bisa diketahui bahwa lipan cenderung langsung kabur kalau kita tak sengaja menemukannya. Tapi kaki seribu akan segera menggulung diri dan tak bergerak.

Kebanyakan lipan termasuk predator kecil. Tapi kaki seribu tidak. Makanya, jika ada predator, kaki seribu akan mengeluarkan cairan yang bisa bikin gatal atau meracuni predator. Alhasil, predator pun ogah memangsanya.

Keduanya juga bisa dibedakan dari kaki. Meski sama-sama berkaki banyak, kaki lipan cenderung melebar dari badannya. Adapun kaki seribu kakinya mengarah ke tanah.

Sebetulnya ada banyak perbedaan lain. Tapi sulit dilihat kalau tidak mendekat betul. Contoh pada kaki, kaki seribu termasuk klas diplopoda atau dalam bahasa Latin artinya “kaki ganda”. Sebabnya, kaki seribu punya dua pasang kaki di setiap buku tubuhnya. Sedangkan lipan hanya punya sepasang kaki di tiap buku tubuhnya.

Adapun lipan merupakan klas chilopoda yang artinya “kaki bibir”. Sebab sepasang kaki di buku pertama tubuhnya terlihat seperti mulut dan di ujungnya ada kuku berbisa yang disebut forcipules.

Makanya, ada baiknya tidak memegang lipan tanpa pengaman tangan. Sebab, bisanya bisa menyakiti kita, meski tidak fatal.

Sedangkan kaki seribu tak apa dipegang. Hanya saja setelah itu segeralah cuci tangan sampai bersih sebab cairan tubuhnya ternyata mengandung sianida meski kadarnya sangat rendah.

Lalu untuk apa kaki sebanyak itu? “Kenapa tidak? Spesies ini sudah bertahan selama 400 juta tahun, mereka pasti mendapati bahwa kaki sebanyak itu amat membantu mereka,” tutur Hennen, seperti dikutip Live Science

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: