Press "Enter" to skip to content

Duh, Banjir Sentani Menenggelamkan Sejumlah Benda Arkeologis Penting

Banjir yang melanda kawasan Sentani membuat air Danau Sentani meluap. Selain merendam permukiman penduduk, bencana alam itu juga menenggelamkan beberapa situs megalitik beserta tinggalannya.

Tinggalan megalitik yang tenggelam yaitu papan batu di Situs Tanjung Warakho, Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua. Tinggalan megalitik lainnya yang tenggelam berupa batu marweri urang di Kampung Kwadeware.

Di Kampung Ayapo Baru, terdapat beberapa lumpang batu yang ikut tenggelam. Selain itu di Pulau Asei juga terdapat tinggalan megalitik yang tenggelam yaitu bekas tiang rumah dari batu bermotif fouw. Genangan air yang menenggelamkan tinggalan-tinggalan arkeologi ini dikhawatirkan akan merusak artefak tersebut.

Untuk saat ini, tidak dimungkinkan untuk menyelamatkannya karena posisinya yang ada di dalam air. Sehingga menunggu banjir Sentani selesai dan air danau surut

Nanti, setelah banjir surut, tinggalan-tinggalan arkeologi ini perlu dibersihkan dari lumpur dan tanah yang menutupinya. Yang paling dikhawatirkan adalah tinggalan-tinggalan megalitik ini berubah posisi atau bahkan hilang terbawa oleh arus danau.

Saat ini belum banyak yang bisa dilakukan untuk mengecek keberadaan tinggalan-tinggalan megalitik tersebut atau bahkan untuk menyelamatkannya.

Kontributor: Hari Suroto

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: