Press "Enter" to skip to content

Konservasi Alam di Kebun Raya Indrokilo Boyolali

Setelah dibangun selama empat tahun, Kebun Raya Indrokilo di Boyolali, Jawa Tengah, selesai sudah. Peresmiannya dilakukan pada pekan lalu oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Enny Soedarmonowati dan Bupati Boyolali, Seno Samodro di Kebun Raya Indrokilo Boyolali, Kemiri, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah.

“LIPI merasa bangga dengan peresmian Kebun Raya Indrokilo Boyolali sebagai Kebun Raya Daerah ke-12 di Indonesia sekaligus menjadi bukti peningkatan penguatan upaya konservasi,” ujar Enny, dalam keterangan resminya.

Enny menjelaskan, pembangunan Kebun Raya ini diusulkan Bupati Boyolali, Seno Samodro kepada Kepala LIPI pada tahun 2015. Setelah ditindaklanjuti dengan survei dan setelah dinyatakan memenuhi syarat kemudian dibuatlah master plan. “Hanya perlu empat tahun sejak inisiasi, Kebun Raya Indrokilo Boyolali dapat dibuka untuk umum. Tergolong tercepat seperti Kebun Raya Banua di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2019 ini tiga Kebun Raya direncanakan akan diresmikan yaitu Kebun Raya Indrokilo Boyolali, Kebun Raya Jagatnatha Jembrana, dan Kebun Raya Kendari. “Selain itu, juga ada 4 Kebun Raya yang sedang diinisiasi, yaitu Kebun Raya Sigi Sulawesi Tengah, Kebun Raya Wolobobo Ngada Nusa Tenggara Timur, Kebun Raya Balingkang Bangli Bali, dan Kebun Raya Gunung Tidar Kota Magelang,” ujarnya.

Ada apa di Kebun Raya Indrokilo Boyolali?

Tipikal kawasan Kebun Raya Indrokilo memiliki tanah jenis latosol yang sebenarnya kurang baik dalam menyimpan air, oleh karena itu dalam keberadaannya Kebun Raya Indrokilo dapat memberikan manfaat fungsi kebun raya sebagai jasa lingkungan dalam konservasi air maupun penghasilan oksigen. Kebun Raya Indrokilo Boyolali ini mengusung tema konservasi tumbuhan hutan hujan dataran rendah Jawa bagian timur.

Kebun Raya Indrokilo memiliki luas 9,35 hektare dan mempunyai jumlah koleksi tumbuhan tertanam di kebun sebanyak 987 spesimen yang terdiri dari 60 famili, 92 genera dan 113 spesies. Sebanyak 80 spesimen di antaranya masih merupakan spesies yang belum teridentifikasi.

Ada juga kebun tematik, sebagaimana di kebun raya lain. Seperti Taman Tematik Buah Lokal, Taman Paku-pakuan, Taman Labirin, Taman Koleksi Tanaman Obat, dan Taman Koleksi Bambu. Juga terdapat bangunan-bangunan ikonik seperti Gerbang Utama Pasingsingan, Patung Mahesa Jenar, Embung Segara Alit, dan Air Terjun Niagara.

Bupati Boyolali Seno Samodro berharap keberadaan Kebun Raya Indrokilo Boyolali ini selain sebagai obyek wisata juga dapat memberi jasa lingkungan dan konservasi. “Kami bekerja sama dengan LIPI ingin menjaga lingkungan dan mewariskan mata air di wilayah ini. Marilah kita wariskan mata air, bukan air mata kepada generasi penerus,” ujar Seno. Dirinya menjelaskan, untuk menarik minat pengunjung pihaknya akan membangun replika bahtera Nabi Nuh sepanjang 38 meter yang akan dihiasi mural seniman-seniman Boyolali.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: