Press "Enter" to skip to content

Begini Cara Membuat Koteka

Suku Dani di Lembah Baliem membuat koteka dari buah labu (Melongena SP). Tanaman labu ini ditanam di kebun atau pekarangan honai, hanya laki-laki saja yang boleh menanam labu ini, merawat hingga memanennya.

Tanaman labu ini tumbuh organik, dibiarkan merambat pada sandaran terbuat dari kayu setinggi satu hingga tiga meter sebagai penopang. Tidak hanya itu, kadang koteka juga dibuat dari buah labu yang tumbuh liar.

Cara membuat koteka yaitu buah labu yang sudah tua dipotong pada bagian ujung, kemudian dikeluarkan isinya. Untuk memudahkan mengeluarkan isi, maka buah labu dibakar sebentar dalam perapian.

Setelah itu, buah labu yang sudah bersih dari isi, dikeringkan di atas perapian. Pada bagian ujung labu yang sudah kering ini dilubangi menggunakan tulang kuskus atau tulang babi yang tajam. Lubang ini untuk tali pengikat pinggang.

Secara tradisional, suku-suku di Papua yang mengenakan koteka yaitu Suku Dani, Suku Lani, Suku Yali, Suku Mee dan Suku Amungme. Suku Dani menyebut koteka dengan istilah holim. Suku Mee menyebutnya bobee, Suku Amungme menyebutnya sanok.

Saat ini koteka hanya dipakai pada saat Festival Budaya Lembah Baliem, atraksi kunjungan turis atau pada acara adat lainnya. Untuk kehidupan sehari-hari mereka sudah mengenakan pakaian modern.

Penulis: Hari Suroto (Arkeolog, tinggal di Jayapura)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: