Press "Enter" to skip to content

Perkenalkan, Anjing ‘Kuno’ dari Papua

Kalau Bali punya ras anjing lokal bernama anjing kintamani, di Papua juga ada. Itulah anjing Papua atau anjing Nugini yang disebut juga New Guinea Singing Dog. Kok singing? Memangnya anjing ini lebih suka ‘bernyanyi’ daripada menggonggong?

Jadi ceritanya, anjing ini oleh beberapa ahli dianggap sebagai anjing paling primitif, yang diperkenalkan kepada penduduk dataran tinggi Papua sejak beberapa ribu tahun silam. Anjing Nugini berasal dari jenis yang istimewa, Canis familiaris hallstromi.

Anjing Canis familiaris hallstromi tidak menggonggong tetapi bernyanyi, atau lebih tepatnya melolong. Anjing ini hanya tersisa beberapa ekor dari jenis yang asli, ini pun hanya dapat dijumpai di dataran tinggi Papua dengan ketinggian 3352 mdpl hingga 4267 mdpl. Anjing Canis familiaris hallstromi pernah dijumpai di Puncak Jaya dengan ketinggian 3460 hingga 4400 m dpl, pada 2016.

Sedangkan anjing-anjing di pesisir Papua, telah terjadi persilangan dengan jenis-jenis lain yang belum lama dibawa masuk. Jenis anjing Nugini yang asli mempunyai garis keturunan yang dekat dengan dingo. Walaupun dapat dikategorikan sebagai anjing primitif tetapi sepintas tak jauh berbeda dengan anjing kampung yang biasa dipelihara oleh masyarakat Papua. Ekornya berbentuk seperti kail dengan telinga bagian atas menyerupai segitiga yang berdiri tegak.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: