Press "Enter" to skip to content

Tentang Koteka di Pelantikan Anggota DPRD yang Baru

Sebagai bagian dari upaya melestarikan koteka di Pegunungan Tengah Papua, seharusnya pelantikan anggota legislatif terpilih hasil pemilu 2019 di kabupaten se-Pegunungan Tengah Papua, masing-masing anggota DPRD terpilih harus mengenakan koteka.

Sebagai putra daerah setempat, tentu saja mereka memiliki koteka, sehingga tidak perlu lagi disiapkan anggaran pakaian anggota DPRD baru. Anggota DPRD terpilih perlu memberi contoh pada masyarakat konstituennya.

Tidak ada aturan resmi yang mengharuskan dalam pelantikan anggota DPRD harus mengenakan jas dan peci. Papua memiliki otonomi khusus, sehingga pelantikan anggota DPRD berkoteka tidak menjadi masalah.

Koteka adalah bagian dari budaya Pegunungan Tengah Papua. Pengenaan koteka ini juga merupakan bagian dari pendidikan politik kepada masyarakat konstituen bahwa para anggota dewan juga peduli dengan budaya. Dengan mengenakan koteka, akan menunjukan bahwa anggota dewan memiliki kapasitas dan integritas untuk memperjuangkan kepentingan konstituennya, sehingga tidak ada jarak lagi antara wakil rakyat dengan rakyat.

Masyarakat yang mengenakan koteka di Pegunungan Tengah Papua saat ini hanya tinggal sekitar 10 persen saja. Pegunungan Tengah Papua meliputi sepuluh kabupaten yaitu Jayawijaya, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, Tolikara, Yahukimo, Nduga, Yalimo, Lani Jaya, Mamberami Tengah, dan Puncak.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: