Press "Enter" to skip to content

Serangga Ini Lauk Alternatif yang Bergizi, Berani Coba?

Serangga banyak dijumpai di Papua, terdapat sekitar 100.000 spesies. Dari keseluruhan spesies serangga tersebut, bisa dikatakan jumlah kumbanglah yang terbanyak. Tapi ada jenis serangga tertentu yang enak dimakan dan penuh nutrisi, salah satunya adalah tonggeret. 

Serangga menjadi makanan favorit di dataran tinggi Papua. Serangga jenis tonggeret paling banyak diburu untuk dijadikan lauk.

Misalnya saja, anak-anak Suku Mee di Mapia, menggunakan ranting pohon yang ujungnya diberi getah perekat untuk menangkap tonggeret.

Tonggeret hidup di pepohonan, dikenal suka mengeluarkan suara nyaring dan berlangsung lama. Tonggeret mudah didapatkan di pekarangan rumah maupun kebun.
Menangkap tonggeret merupakan keasyikan tersendiri bagi mereka seusai pulang sekolah.

Cara mengolah tonggeret ini pun sangat mudah. Tonggeret hasil tangkapan, mereka akan bakar ramai-ramai untuk dimakan bersama teman-teman atau dibawa pulang untuk dimasak. Tonggeret yang dibawa pulang biasanya dimasak dengan cara digoreng. Tonggeret goreng ini memiliki rasa yang gurih dan lezat.

Dikutip dari BBC (22/02/2017), Angelina Jolie pernah mengejutkan publik saat mempromosikan film terbarunya di Kamboja dengan menyantap serangga. Aktris itu terlihat menggoreng kalajengking dan melahap kaki laba-laba yang katanya memiliki rasa yang benar-benar enak. Film ini merupakan bagian dari kampanye untuk mengkonsumsi serangga yang diyakini sebagai sumber makanan masa depan.

PBB memperkirakan pada 2050 penduduk dunia akan mencapai 9,7 miliar dan manusia terancam kelaparan. PBB mendesak penduduk dunia untuk mengkonsumsi serangga untuk memerangi kelaparan. Serangga mengandung gizi dengan kadar protein tinggi, lemak dan mineral. Serangga juga dianggap sangat efisien untuk dijadikan pangan yang dikatakan lebih ramah lingkungan.

Belajar dari Gunungkidul, Yogyakarta ternyata serangga jenis belalang dapat diolah menjadi oleh-oleh khas, bahkan pada hari libur lebaran, harganya bisa mencapai Rp 400 ribu per kilogramnya.

Tonggeret di dataran tinggi Papua yang selama ini hanya dikonsumsi sebagai lauk sehari-hari, sebenarnya bisa diolah menjadi tonggeret goreng dan bisa dijual sebagai oleh-oleh khas. Selain itu, olahan tonggeret goreng dapat dipromosikan sebagai camilan ekstrim khas dataran tinggi Papua.

Olahan tonggeret ini dapat dijual di Festival Budaya Lembah Baliem atau restoran yang sering dikunjungi turis. Namun tonggeret yang dijual ini harus memiliki kualitas pengolahan serangga yang terbaik.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: