Press "Enter" to skip to content

Sasi, Kearifan Lokal Papua untuk Jaga Kelestarian Alam

Dalam budaya tradisional Suku Moi di Sorong, Papua Barat, ada yang disebut sebagai sasi. Sasi merupakan bentuk kearifan lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam. Sasi ini berupa larangan atau pantangan berburu, mencari ikan atau mengambil hasil hutan selama satu tahun.

Tradisi Sasi akan diawali dan diakhiri dengan upacara adat. Sasi ini biasanya dilakukan untuk keperluan pembangunan tempat ibadah atau untuk menghormati tokoh penting yang meninggal.

Hutan dan sungai yang akan dijadikan sebagai sasi, terlebih dahulu didoakan oleh ketua adat, setelah itu sebagai tanda peringatan ditanam potongan bambu yang disilangkan. Dalam tradisi sasi ini, jika terjadi pelanggaran maka akan dikenai sanksi adat.

Setelah satu tahun, potongan bambu dicabut. Sasi diakhiri dengan upacara adat serta doa kepada arwah nenek moyang agar hewan buruan, hasil hutan serta ikan yang akan dipanen membawa berkah.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: