Press "Enter" to skip to content

Komet, Meteor, dan Asteroid, Apa Bedanya?

Di tata surya kita ada miliaran benda yang mengorbit Matahari. Tapi ukuran mereka terlalu kecil untuk disebut sebagai planet. Maka, diberilah mereka nama: komet, asteroid, dan meteoroid (jika sampai Bumi disebut dengan meteor atau meteorit). Lantas, apa dong bedanya?

Asteroid

Image by urikyo33 from Pixabay

Benda ruang angkasa ini adalah sisa bebatuan dari proses pembentukan planet di Tata Surya kita. Kebanyakan asteoroid mengorbit Matahari di sabuk asteroid antara planet Mars dan Jupiter. Ukurannya variatif, mulai dari yang seukuran mobil sampai yang besar sekali. Sekilas, asteroid mungkin tampak seperti batu ruang angkasa. Meski ukurannya kecil, asteroid bisa disebut planet kecil atau planetoid. Ukurannya bervariasi dari 1 meter, sampai asteroid terbesar, yaitu Ceres, yang memiliki ukuran seperempat Bumi (diameternya sekitar 950 kilometer). Ceres disebut planet kerdil pada 2006.

Komet

Image by 1980supra from Pixabay

Komet adalah bola salju yang sebagian besar terdiri dari es dan debu yang terbentuk selama kelahiran Tata Surya pada 4,6 miliar tahun lalu. Kebanyakan komet memiliki orbit yang stabil di bagian luar Tata Surya kita, melewati Planet Neptunus. Selama ribuan tahun, kehadiran komet menyebabkan ketakutan dan kekaguman. Astronom Fred Whipple adalah ilmuwan pertama yang menggambarkan komet bak bola salju kotor. Bola salju ini membentuk inti pusat komet. Ketika mendekati Matahari, nukleus atau inti memanas dan es menyublim dari padat menjadi gas sehingga menghasilkan atmosfer yang mengelilingi komet yang dapat tumbuh sampai ribuan meter diameternya, yang disebut dengan nama Koma. Tekanan radiasi dari matahari menghembuskan partikel debu dalam koma untuk menghasilkan ekor debu yang panjang dan cerah. Ekor kedua terbentuk ketika partikel surya berenergi tinggi mengionisasi gas, menciptakan ekor ion terpisah.

Meteoroid, Meteor, Meteorit

Image by OpenClipart-Vectors from Pixabay

Meteoroid adalah asteroid kecil atau remah komet yang pecah dan terkadang seukuran planet. Ukurannya berkisar dari sebutir pasir hingga batu besar selebar 1 meter. Ketika meteoroid bertabrakan dengan atmosfer planet, mereka menjadi meteor. Jika meteor-meteor itu selamat dari atmosfer dan mengenai permukaan planet, mereka disebut meteorit.

Meteoroid adalah batuan ruang angkasa sebenarnya. Tidak lebih besar dari satu meter dalam ukuran dan kadang-kadang hanya seperti sebutir debu,. Tetapi banyak juga yang merupakan pecahan dari keduanya. Beberapa meteoroid berasal dari puing-puing terlontar yang disebabkan oleh dampak pada planet atau bulan. Jika meteoroid terjadi pada persimpangan dengan atmosfer sebuah planet, seperti halnya Bumi, mereka menjadi meteor.

Ketika Bumi melewati jejak puing-puing yang ditinggalkan oleh sebuah komet, kita disuguhi pemandangan kembang api hujan meteor yang mempesona, tempat ribuan bintang jatuh dapat terlihat di langit malam. Hujan meteor Perseid adalah salah satu yang paling spektakuler, terjadi setiap tahun sekitar 12 Agustus. Pada puncaknya, 50 hingga 75 meteor dapat dilihat per jam jika langit cerah. Perseids disebabkan oleh meteoroid yang terputus dari komet Swift-Tuttle.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: