Press "Enter" to skip to content

Tentang Istana Kepresidenan di Papua, Sebaiknya Begini

Terkait dengan rencana pembangunan istana kepresidenan di Papua oleh Presiden Joko Widodo tahun 2020, maka yang perlu diperhatikan adalah arsitektur istana kepresidenan di Papua harus mencerminkan 7 wilayah adat Papua. 7 wilayah adat Papua meliputi Mamta, Saereri, Domberai, Bomberai, Anim Ha, La Pago dan Meepago.

Masing-masing wilayah adat ini memiliki bentuk rumah tradisional dan ukiran tradisional yang khas.

Selain itu diharapkan istana kepresidenan di Papua juga berfungsi untuk menyimpan koleksi karya seni para maestro Papua. Halaman istana kepresidenan di Papua juga harus ditanami pohon-pohon endemik yang menjadi bagian dalam budaya Papua.

Pohon melinjo serat kulitnya untuk bahan pembuat noken. Pohon sagu yang semua bagian pohon ini berguna. Pohon khombouw yang kulitnya untuk lukisan kulit kayu. Pohon kasuari, yang sangat berguna bagi suku Dani dalam membuat honai. Pohon soang yang sudah turun temurun dijadikan sebagai tiang rumah.

Hewan endemik Papua seperti kasuari, mambruk, kuskus, kanguru juga sebaiknya dibiarkan hidup bebas di lingkungan halaman istana, seperti halnya istana kepresidenan di Bogor, rusa totol dibiarkan bebas berkeliaran di halaman istana.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: