Press "Enter" to skip to content

Cetak Rekor, Red Hat Ansible Automation Kini Otomatisasi 4 Juta Sistem di Seluruh Dunia

Otomatisasi bukan cuma ranahnya manufaktur ternyata. Di jagad IT, otomatisasi semakin ngetren dan salah satu providernya adalah Red Hat. Baru-baru ini Red Hat merilis bahwa tool otomatisasi IT mereka, yang disebut Red Hat Ansible Automation, mencetak rekor sebab sudah dipakai oleh lebih dari 4 juta sistem di seluruh dunia. Wow.

Di antara pelanggan mereka adalah Energy Market Company, Microsoft, Bank Sentral Selandia Baru dan Surescripts. Di perusahaan-perusahaan itu, Red Hat Ansible Automation dipakai untuk mengotomatisasi dan mengatur operasi TI serta membantu memperluas otomatisasi lintas stack TI.

Para pengguna Red Hat Ansible Automation baru-baru ini membahas mengenai penerapan sistem tersebut dan pengalaman mereka mengotomatisasi seluruh operasi IT di perusahaan mereka di acara AnsibleFest Atlanta yang diadakan pada tanggal 24-26 September 2019. Beberapa kisah yang diungkapkan di sana, antara lain:

  • Bank Sentral Selandia Baru

Datacom adalah mitra Red Hat terbesar di Selandia Baru, dan ketika Bank Sentral Selandia Baru mengumumkan pada bulan November 2013 bahwa mereka melakukan peninjauan strategis terhadap salah satu sistem utamanya, mereka beralih ke Datacom untuk menampung, membangun, mendukung, dan mengoperasikan infrastruktur. Tinjauan tersebut mempertimbangkan persyaratan perusahaan dan industri dari sistem-sistem tersebut untuk mengantisipasi peningkatan substansial yang akan diperlukan selama lima tahun ke depan. Untuk membantu mengotomatiskan peningkatan yang diperlukan, Bank Sentral Selandia Baru bekerja sama dengan Datacom untuk mengimplementasikan Red Hat Ansible Automation. Setelah dua tahun, puluhan ribu baris code dan pembuatan ratusan playbook dan peran, tim telah mengkodekan persyaratan pembuatan dan membangun semua lingkungan yang diperlukan dengan menggunakan Ansible, termasuk server dan aplikasi yang diinstal dengan benchmark kinerja berkelanjutan, fine-tuning dan pengujian ekstensif.

  • Energy Market Company (EMC)

Perusahaan ini mengoperasikan pasar grosir National Electricity Market of Singapore (NEMS), pasar listrik liberal pertama di Asia. Perusahaan dijadwalkan untuk pembaruan hardware server dan aplikasi untuk penyelesaian intinya dan sistem mesin Market Rules. Namun, stack proprietary yang menjadi basis pengembangannya telah menua dan membatasi upaya inovasi untuk mendukung aplikasi NEMS yang ditingkatkan sebagaimana diatur oleh peraturan pasar. Untuk mengatasi kebutuhan ini, EMC bermigrasi ke Red Hat Enterprise Linux, Red Hat JBoss Enterprise Application Platform (JBoss EAP), Red Hat Process Automation Manager, dan Red Hat Ansible Automation untuk memfasilitasi integrasi berkelanjutan dan penyampaian berkelanjutan melalui otomatisasi TI. Dengan Red Hat Ansible Automation, EMC telah dapat mengotomatiskan proses integrasi software, pengujian dan penerapan sehingga memungkinkan perusahaan untuk membangun, menguji dan merilis software secara lebih cepat, lebih sering dan lebih andal.

  • Microsoft

Microsoft tengah mencari tool dan platform untuk memberdayakan para teknisi jaringannya dan membuat mereka lebih produktif dan mampu untuk berfokus pada nilai bisnis yang berkaitan langsung dengan pelanggan. Dengan ratusan insinyur yang tersebar di lebih dari 600 lokasi di seluruh dunia, Microsoft membutuhkan solusi yang mudah dipahami dan sederhana untuk dibagikan di seluruh tim dan lokasi geografis. Microsoft menerapkan Red Hat Ansible Automation di Azure untuk mentransformasi cara mereka mendesain, membangun, dan menggunakan jaringan TI dalam skala besar. Melalui otomatisasi dengan Red Hat Ansible Automation, perusahaan telah menghemat sekitar 3.000 jam kerja per tahun dan berhasil mengurangi downtime secara drastis.

  • Surescripts

Jaringan informasi kesehatan terkemuka di Amerika Serikat, ini mentransmisikan hampir 13 miliar transaksi data kesehatan yang aman setiap tahun, termasuk hampir lima juta resep elektronik setiap hari. Untuk membantu memenuhi tuntutan bisnis yang berkembang, perusahaan memutuskan untuk membagi basis code lama mereka yang amat banyak menjadi microservice untuk merilis fitur dan layanan baru dengan lebih cepat dan lebih sering. Setelah mengevaluasi beberapa solusi manajemen dan otomasi potensial, Surescripts memilih Red Hat Ansible Automation untuk mendukung infrastruktur code berbasis microservice yang baru. Dengan Red Hat Ansible Automation, Surescripts kini dapat dengan cepat menggunakan peralatan dan server jaringan, serta menyelesaikan masalah apa pun dengan downtime minimal sehingga mempercepat peluncuran aplikasi baru kepada pelanggannya.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: