Press "Enter" to skip to content

FOTO: Simon Wonemseba, Seniman Otodidak yang Menghidupkan Seni Tradisional

Simon Wonemseba namanya. Dia adalah warga Kampung Yende, Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Simon sangat prihatin dengan generasi muda Pulau Roon yang sebagian sudah lupa dengan budayanya sendiri. Berdasarkan hal tersebut Simon, mencoba menghidupkan kembali ukiran-ukiran dan patung-patung khas Pulau Roon.

Dalam membuat patung, Simon belajar secara otodidak, dengan menggunakan kayu dari pohon yang tumbuh di Pulau Roon. Simon belajar dari orang-orang tua tentang gambaran motif-motif tradisional yang pernah ada di Pulau Roon, kemudian Simon berkreasi dengan jiwa seninya.

Selain itu, Simon membuat patung tokoh-tokoh mitos yang dipercaya masyarakat Roon. Patung dan ukiran ini oleh Simon dijual kepada wisatawan asing maupun wisatawan lokal yang berkunjung ke Pulau Roon. Selain itu dijual pada saat Festival Pulau Roon. Saat ini Simon sedang membuat kelompok sadar wisata, yaitu dengan melibatkan pemuda-pemuda setempat.

Dalam berkreasi membuat patung, Simon juga memanfaatkan kulit kayu. Kulit kayu ini dijadikan sebagai pakaian untuk patung-patungnya. Menurut Simon, pada zaman dulu, nenek moyang berpakaian dari kulit kayu.


Selain patung, Simon juga membuat topeng khas Pulau Roon, miniatur perahu Teluk Wondama dan kalung dengan bahan organik dari alam sekitar.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: