Press "Enter" to skip to content

Ide Keren Kampung Abar, Briket dari Batang Sagu

Ada yang spesial dalam Festival Makan Papeda dalam Gerabah di Kampung Abar tahun ini, yaitu dengan dipamerkannya hasil kreasi masyarakat Abar berupa briket arang dari kulit pohon sagu. Selama ini dalam mengolah batang pohon sagu menjadi tepung sagu, batang pohon sagu ditokok, diambil sari patinya, sedangkan ampas dan kulit batang sagu dibuang begitu saja.

Berdasarkan hal tersebut, maka timbul pemikiran untuk memanfaatkan kulit pohon sagu sebagai bahan bakar. Kulit pohon sagu yang kering, sebenarnya dapat langsung digunakan sebagai kayu bakar. Namun selama ini sangat jarang, masyarakat Abar tidak pernah menggunakannya sebagai kayu bakar di dapur. Hal ini kurang praktis dan api yang dihasilkan panasnya kurang maksimal.

Ternyata, setelah kulit pohon sagu dijadikan briket arang, hasilnya sangat luar biasa. Ia menghasilkan api berwarna biru dan mampu bertahan selama tujuh jam.

Cara pembuatan briket arang kulit pohon sagu oleh warga Abar yaitu, kulit pohon sagu yang sudah kering dibakar di tempat terbuka. Setelah merah membara, disiram air, sehingga yang tersisa hanyalah arang. Arang ini dikumpulkan kemudian ditumbuk halus.

Kemudian bubuk arang ini dilekatkan dengan tepung tapioka, serta dicetak dan dipadatkan menjadi briket. Briket arang kulit pohon sagu sangat cocok digunakan dalam tungku tanah liat. Masyarakat Abar terkenal sebagai pembuat peralatan dapur dari bahan tanah liat.

Sebelum ada briket arang ini, mereka telah membuat tungku masak dari tanah liat, namun hanya untuk kayu bakar. Sehingga mereka mengkreasikan tungku tanah liat yang sudah ada sebelumnya didesain ulang untuk memasak menggunakan briket arang kulit pohon sagu. Prestasi masyarakat Abar ini perlu dicontoh oleh masyarakat Papua lainnya, yang di daerahnya banyak terdapat pohon sagu.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: