Press "Enter" to skip to content

Cek Tekanan Darah Rutin Bisa Hindarkan Kamu dari Risiko Hipertensi

Satu dari lima penyebab kematian terbesar di Indonesia adalah hipertensi. Menurut riset dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), 1 dari 4 laki-laki dan 1 dari 5 perempuan di dunia ini berisiko menderita hipertensi. Yang patut diingat, hipertensi sering disebut sebagai silent killer, pembunuh dalam diam. Oleh sebab itu, kita harus serius terhadap pencengahan dan monitoring terhadap penyakit ini lho.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi terkadang tidak memiliki tanda-tanda atau gejala, dan bisa terjadi pada siapa saja. Kamu tahu, kebanyakan penderitanya tidak menyadari, sehingga bisa berbahaya karena bisa menyebabkan komplikasi kesehatan. Bagaimana caranya? Jadi ketika darah memberi tekanan terlalu besar pada sistem kardiovaskular, dinding pembuluh darah serta otot jantung bisa rusak dan menyebabkan serangan jantung. Komplikasi lainnya termasuk gagal ginjal dan stroke. Ngeri ya?

Biasanya, serangan jantung dan stroke kerap terjadi di rumah, bukan di rumah sakit atau klinik. Serangannya pun tak bisa diprediksi. Ini pentingnya penderita hipertensi mengubah gaya hidup mereka dan mulai melakukan pemeriksaan tekanan darah di rumah secara teratur. Nah, pemeriksaan tekanan darah di rumah inilah yang dikampanyekan oleh Omron, perusahaan provider peralatan monitor tekanan darah itu, dan Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH), baru-baru ini.

Mereka menyebutnya kampanye CERAMAH alias Cek Tekanan Darah di Rumah. Kampanye ini sudah diluncurkan pada tahun lalu dan dilanjutkan pada tahun ini.

“Mengingat cepatnya hipertensi meluas di kalangan masyarakat Indonesia, deteksi awal dan pemantauan secara berkelanjutan sangatlah penting. Jika tidak dirawat dan dipantau dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang mengancam nyawa. Masyarakat dari semua kelompok umur perlu disadarkan bahaya hipertensi dan pencegahannya, termasuk pemeriksaan tekanan darah sendiri di rumah,” kata Yoshiaki Nishiyabu, Managing Director, PT. OMRON Healthcare Indonesia, beralasan.

Omron sendiri berinisiatif mengusung visi global Zero Event, untuk mengurangi insiden terjadinya penyakit yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, sampai menjadi tidak ada kasus serangan jantung, stroke, dan lainnya.

Pemeriksaan tekanan darah (TD) secara teratur di rumah (HBPM=Home Blood Pressure Monitoring) memang terbukti sukses memantau hipertensi, efek pengobatan, mendeteksi hipertensi yang belum terlihat, gejala yang sulit dikenali serta tetap membuat dokter bisa mengawasi hasil pantauan. OMRON berharap, inisiatif ‘Zero Event’ bisa membantu menekan jumlah penderita tekanan darah tinggi dengan menyediakan teknologi canggih dan produknya.

Adapun dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, Ketua Umum InaSH mengatakan hipertensi adalah penyebab kematian (mortality) dan kesakitan (morbidity) terbanyak di seluruh dunia baik di negara yang sedang berkembang maupun di negara yang sudah maju. Di Indonesia, prevalensi hipertensi adalah 34,1% (Riskesdas 2018) dan menjadi penyebab utama gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah.

Dokter Tunggul mengatakan saat ini ada paradigma baru dalam tatakelola hipertensi, yang meliputi diagnosis, klasifikasi, pilihan obat-obatan dan target tekanan darah (TD) yang harus dicapai. Diagnosis hipertensi tidak lagi hanya didasarkan atas pengukuran TD di rumah sakit/klinik/praktik dokter, tapi dianjurkan untuk mengukur TD di rumah atau disebut CERAMAH.

Rupanya, kepatuhan makan obat dan perhatian atas kesehatan diri sendiri juga meningkat melalui CERAMAH. Sehingga pencapaian target TD juga akan lebih mudah tercapai. Dampaknya, kerusakan organ vital seperti jantung, syaraf, ginjal, dan pembuluh darah, dapat dihindarkan. “Anjuran untuk menjalani gaya hidup sehat sangat direkomendasikan sebagai bagian dari pengobatan hipertensi. Antara lain dengan olah raga teratur, konsumsi nutrisi yang seimbang dengan mengurangi asupan garam, gula, dan lemak, serta menjaga berat badan dan lingkar pinggang yang ideal, berhenti merokok, tidak minum alkohol dan menghindari stres. Dianjurkan pula untuk mengkonsumsi obat-obatan antihipertensi secara kombinasi sejak awal pengobatan dan target TD harus dicapai. Lebih dari itu, mengelola pasien-pasien hipertensi tidak hanya sekadar menurunkan tekanan darah tapi juga mengendalikan faktor-faktor penyulit dan kondisi maupun penyakit yang menyertainya (co-morbid conditions),” kata dokter Tunggul.

Apa saja manfaat CERAMAH?

1. Menunjukkan hasil pengukuran tekanan darah secara periodik pada hari, pekan, dan bulan yang berbeda.
2. Pengukuran dilakukan di lingkungan yang familiar dan nyaman, dibandingkan di klinik atau fasilitas kesehatan yang bisa mengintimidasi sehingga bisa mencegah munculnya hipertensi terselubung dan hipertensi jas putih.
3. Memantau tekanan darah di rumah terkait erat dengan memantau potensi kerusakan organ akibat hipertensi serta bisa memprediksi kejadian kardiovaskular dengan lebih baik dibandingkan pengukuran konvensional di klinik.
4. CERAMAH lebih nyaman bagi pasien yang butuh memantau dan mencatat pengukuran, serta menunjukkan peningkatan kepatuhan pasien terhadap terapi dan tingkat pengendalian hipertensi. Selain itu, dibandingkan pengukuran ambulatory blood pressure yang hanya bertahan 24 jam, CERAMAH bisa mengukur dan mendeteksi tren tekanan darah dari hari ke hari.
5. CERAMAH juga menunjukkan penilaian dan pengawasan variabilitas tekanan darah (VTD) yang bisa memprediksikan insiden stroke lebih baik, dibandingkan penilaian risiko kardiovaskular secara konvensional dan pengukuran tekanan darah di klinik. Risiko tinggi terhadap kejadian kardiovaskular meningkat ketika rata-rata pengukuran tekanan darah di rumah pada pagi dan malam hari menunjukkan tekanan darah sistolik di atas 145 mm Hg dan jika tekanan darah sistolik di klinik di atas 150 mm Hg. Pasien dengan tekanan darah sistolik yang tinggi di pagi hari memiliki risiko kejadian kardiovaskular yang tinggi meskipun tekanan darah sistolik di klinik normal. Studi lainnya menyatakan, tekanan darah sistolik di atas 155 mmHg seringkali berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit koroner arteri hingga enam kali lipat.
6. CERAMAH bisa digunakan sebagai metode untuk mengedukasi pasien hipertensi untuk meningkatkan pengertian terhadap penyakit mereka dan hal-hal yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Ini menjadikan CERAMAH sebagai metode yang lebih baik untuk terapi jangka panjang berkelanjutan dan kerap dilakukan bersamaan dengan pengukuran ambulatory blood pressure¬ sebagai metode pengawasan tekanan darah.
7. CERAMAH adalah metode tambahan yang akurat untuk mendiagnosa hipertensi jika menggunakan alat yang sudah divalidasi dan pengukurannya dilakukan dengan benar, sehingga membantu menentukan terapi apa yang harus dilakukan, serta tak hanya mengandalkan tekanan darah di klinik saja.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: