Press "Enter" to skip to content

Gigi Manusia Prasejarah Ditemukan di Jayapura

Penelitian Balai Arkeologi Papua di Situs Yomokho, Kampung Dondai, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua berhasil menemukan gigi manusia prasejarah. Gigi manusia prasejarah ini didapatkan dalam ekskavasi pada kedalaman 110 cm.

Berdasarkan analisis Marlin Tolla dari Max Planck Institute Jerman, berdasarkan bentuk mahkota dan akarnya merupakan gigi manusia prasejarah. Dari susunan sedikit enamel hingga ke dentin, lebih ke molar bagian atas. Tapi dari sisa mahkotanya menunjukkan ukuran mahkota tidak terlalu tinggi serta ukuran bagian akar yang pendek, hal ini adalah molar ketiga bagian atas.

Situs Yomokho merupakan situs hunian Neolitik di tepi Danau Sentani. Dalam penelitian ini, selain ditemukan gigi manusia, juga ditemukan pecahan gerabah, tulang, gigi babi, tulang ikan, arang, kapak batu, dan alat batu tokok sagu.

Berdasarkan data arkeologi yang ditemukan menunjukkan bahwa pada masa lalu, manusia yang tinggal di Situs Yomokho mengolah dan mengkonsumsi sagu. Kapak batu untuk menebang pohon sagu, alat batu untuk menokok sagu, dan gerabah digunakan sebagai wadah untuk mengolah sagu menjadi papeda. Sebagai sumber protein, mereka hidup berburu babi di hutan dan menangkap ikan di Danau Sentani.

Gusti Made Sudarmika, Kepala Balai Arkeologi Papua mengatakan bahwa baru sebagian wilayah Danau Sentani yang sudah diteliti, pada tahun-tahun selanjutnya akan dilakukan penelitian yang lebih intensif dan menjangkau wilayah Danau Sentani yang lebih luas, terutama wilayah yang belum dijangkau penelitian. Selain itu, situs-situs yang pernah disurvei, untuk interpretasi yang lebih luas maka akan dilakukan ekskavasi atau penggalian, terutama di situs-situs hunian awal prasejarah di Danau Sentani.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: