Perkembangan AI memasuki fase baru. Sistem AI semakin cerdas, dan kini tidak hanya menjawab pertanyaan atau memberikan rekomendasi. Apa bahayanya?
Portal Sains
Abu erupsi Anak Krakatau pada 4–5 September 2026 menyebar cukup jauh dari pusat erupsi. Abu vulkanik teramati di sejumlah wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Mengapa abu bisa bergerak sejauh itu?
Media sosial belakangan dihebohkan dengan tren fibremaxxing, sebuah gerakan digital di mana para pegiat kebugaran berlomba-lomba melipatgandakan asupan serat harian demi kesehatan optimal. Sayangnya, tren ini bertolak belakang dengan kondisi riil di mana 96,7% penduduk di negeri ini tercatat belum memenuhi anjuran konsumsi lima porsi buah dan sayur per hari.
Selama bertahun-tahun, banyak orang menganggap 10.000 langkah sehari sebagai standar emas untuk menjaga kesehatan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa angka tersebut bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan manfaat dari aktivitas berjalan kaki.
Kecerdasan buatan (AI) mungkin suatu hari menjadi jauh lebih pintar daripada manusia. Namun, menurut "Godfather AI", dunia sebaiknya tidak terburu-buru mengejar kemampuan tersebut sebelum ilmuwan menemukan cara untuk mengendalikan risikonya.
Dari lava, bom vulkanik, skoria, batu apung, hingga abu vulkanik, peneliti dapat menelusuri bagaimana sebuah gunung api pernah meletus dan seberapa besar bahayanya jika pola serupa terulang.
Bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) punya cara hidup yang tidak biasa. Tanaman endemik Sumatera ini tidak hanya membutuhkan waktu panjang untuk tumbuh, tetapi juga memiliki…
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sistem pemantauan tinggi muka air tanah (Ground Water Level/GWL) untuk mendeteksi kondisi lahan gambut yang berisiko terbakar.
Mengapa gempa dengan kekuatan hampir sama menghasilkan efek tsunami yang berbeda?








