Press "Enter" to skip to content

Besok ada Kombinasi ‘Friday The 13th’ dan Gerhana Matahari, Mengapa Kita Tak Bisa Melihatnya?

Pada hari Jumat (13/7) besok, bakal terjadi sebuah gerhana matahari sebagian. Tapi gerhana yang terjadi pada Friday the 13th ini tak bisa disaksikan semua orang dengan mudah, sebab lokasinya yang jauh dari jangkauan.

Bayangan Bulan sebagian besar akan jatuh di perairan terbuka yang berada di antara Australia dan Antartika, perairan yang merupakan gabungan antara Samudera Hindia dan Pasifik.

Jadi, mereka yang bisa menyaksikan fenomena itu adalah sebagian yang tinggal di Australia, sebagian Australia Selatan dan Victoria, pulau Tasmania, Selandia Baru, Pulau Selatan, Pulau Stewart, dan mereka yang berada di timur Antartika.

Orang-orang di Hobart dan Tasmania akan melihat 10 persen. Sementara di Melbourne hanya akan melihat 2,5 persen saja. Jadi, kalau menyitir Live Science, bakal lebih banyak penguin yang melihat gerhana itu ketimbang manusia.

Musim Gerhana Kedua
Kalian perlu tahu, kita saat ini sedang memasuki musim gerhana kedua untuk tahun 2018. Tahun ini musim pertama jatuh pada Januari-Februari dan musim kedua pada Juli-Agustus.

Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru. Sedangkan Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Seperti dilansir BMKG, pada tahun 2018 ini diprediksi terjadi lima kali gerhana, yaitu: 1. Gerhana Bulan Total (GBT) 31 Januari 2018 yang dapat diamati dari Indonesia, 2. Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 15 Februari 2018 yang tidak dapat diamati dari Indonesia, 3. Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 13 Juli 2018 yang tidak dapat diamati dari Indonesia, 4. Gerhana Bulan Total (GBT) 28 Juli 2018 yang dapat diamati dari Indonesia, dan 5. Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 11 Agustus 2018 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: