Press "Enter" to skip to content

Pianis Indonesia Jefri Setiawan Pecahkan Rekor Dunia di Berlin

Pianis remaja Indonesia, Jefri Setiawan, tampil begitu memukau di Akademi Funs Kunste ASK Berlin, Jerman, Rabu (24/10). Di hadapan para musisi Jerman, Guru ASK, masyarakat Jerman, dan masyarakat Indonesia di Jerman, Jefri memainkan 100 lagu nonstop dengan mata tertutup.

Selama tiga jam, remaja kelahiran tahun 2006 ini bermain piano tanpa istirahat demi mengharumkan nama Indonesia. Atas kegigihannya ini Jefri memecahkan rekor dunia “Memorizing 100 songs while playing piano, blindfolded, in 3 hours nonstop”.

Pemecahan rekor dunia tersebut diapresiasi warga Berlin Jerman. Masyarakat Jerman menilai Jefri diberi anugerah oleh Tuhan, karena mampu menghafal ratusan judul lagu tersebut sambil memainkan piano dengan mata tertutup.

Dengan presetasi barunya ini, remaja yang memiliki cita-cita menjadi seorang dokter ini telah mendapatkan 2 rekor dunia dengan spesialis bermain piano dengan mata tertutup. Jefri juga tercatat namanya sebagai pemecah rekor dunia pada kategori pemain piano termuda yang tampil dengan mata tertutup, dengan lagu terbanyak di dunia.

Sebelumnya, pada tahun 2017 lalu Jefri memecahkan rekor dunia “Record Holders Republic (RHR)” dengan bermain di papan keyboard dan memainkan 60 lagu selama 5 jam nonstop.

Prestasi yang luar biasa ini tentu saja layak diapresiasi. Karena tidak banyak manusia yang mampu untuk melakukan hal yang serupa. Bahkan seorang pianis yang mampu bermain selama tiga jam pun, belum tentu bisa bermain dengan mata tertutup.

Setelah mendapatkan 2 rekor dunia ini, dia sangat berharap bisa bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Harapan aku dari dulu, ingin bertemu Bapak Presiden Jokowi,” ujar Jefri.

Ternyata tidak semua pihak bisa mengapresiasi kehebatan ini. Buktinya selama tahun 2018, Jefri dan keluarga harus bersusah payah pulang pergi Kendal-Jakarta mencari dukungan, mengajukan proposal keinginnya untuk kembali memecahkan rekor dunia.

Salah satu pihak yang mendukung adalah Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). “Bekraf memfasilitasi penuh perjalanan untuk dua orang,” ungkap Joko Manis, ayahanda dari Jefri. Sedangkan perjalanan tim lainnya ditanggung secara pribadi oleh Joko.

Joko sendiri menyatakan dirinya sangat mengapresiasi langkah dan bantuan Bekraf, lantaran kerja keras yang dilakukannya selama ini ternyata diapresiasi dengan baik oleh pemerintah.

“Ini penghargaan buat saya sebagai anak Indonesia. Dan sebagai balasannya saya akan selalu mempersembahkan yang terbaik buat bangsa dan negara ini,” tutur Jefri.

Selang sehari sesudah memecahkan rekor dunia, Jefri memberikan kuliah umum bertema ‘Kesuksesan Anak Kampung Memecahkan Rekor Dunia’ di depan para mahasiswa internasional di Universitas Humboldt Berlin. Di kampus ini, Jefri menceritakan perjalanan hidupnya dan suka duka yang dialaminya dalam berjuang memecahkan rekor dunia ini.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: