Press "Enter" to skip to content
Monyet langur di India (dok. Pixabay.com)

Di Dunia Binatang, Adakah Hubungan Cucu-Kakek?

Dalam dunia manusia, silsilah menjadi penting. Lazimnya cucu mengenal nenek/kakek, bahkan kalau beruntung diberi umur panjang, kakek/nenek sudah punya buyut yang mengenalnya. Tapi bagaimana di dunia binatang? Apakah cucu mengenal nenek atau kakeknya?

Seperti dilansir dari Live Science, bagi kebanyakan spesies di luar manusia alias Homo sapiens, sistem itu tidak berlaku. Mirkka Lahdenperä, seorang ahli biologi dari Universitas Turku di Finlandia, mengatakan biasanya, ketika cucu lahir, neneknya sudah tak ada. Meskipun masa hidup si cucu overlap dengan neneknya, kebanyakan spesies hewan biasanya akan berpisah untuk menghindari kompetisi dalam mencari makan.

Jadi, sangat kecil sekali kemungkinan kita melihat relasi cucu-nenek di dunia hewan. Dari yang sangat sedikit itu, relasi cucu-nenek bisa kita saksikan dalam kawanan monyet langur di India. Dalam bukunya “The Social Behaviour of Older Animals” terbitan Johns Hopkins University Press tahun 2009, ahli zoologi Anne Innis Dagg dari Kanada mengungkapkan relasi itu.

Nenek dalam kawanan monyet langur punya tugas yang spesifik: mereka akan secara agresif menjaga anak-anak dari serangan manusia, anjing, dan kawanan monyet pesaing. Cucu-cucu di kawanan langur juga biasanya diasuh dan diawasi oleh neneknya.

Relasi sosial nenek-cucu juga terlihat di banyak spesies paus. Mereka biasanya melakukan perjalanan dalam kelompok yang terdiri dari nenek, orangtua, dan anak-anak mereka. Dalam kelompok paus sperma, nenek paus akan membantu menjaga bayi paus saat ibunya menyelam mencari makanan. Begitu juga paus orca, nenek akan membantu kawanannya melewati situasi atau tempat yang berbahaya sebab mereka lebih berpengalaman.

Begitu juga di kawanan gajah. Malah, sebuah studi di jurnal Scientific Reports tahun 2016 mendapati bahwa bayi gajah memiliki peluang hidup lebih besar kalau dalam kawanannya ada nenek. Si nenek biasanya membimbing sang ibu dalam membesarkan anak-anaknya, sehingga si ibu semakin berpengalaman.

Apakah sistem sosial itu hanya terjadi dalam kelompok mamalia? Tidak juga! Pada 2010 ada sebuah laporan di Current Biology yang menyebutkan bahwa dalam koloni kutu daun yang berbentuk empedu (Quadrartus yoshinomiyai) ada nenek yang bertindak sebagai pelindung anaknya ketika bereproduksi. Begitu juga nenek burung Seychelles (Acrocephalus sechellensis) ikut membantu anaknya membesarkan cucunya.

Bagaimana dengan kakek? Ternyata, tak ada bukti adanya relasi kakek-cucu dalam dunia binatang. Sebab biasanya, pejantan jarang bersosialisasi dengan keturunannya. “Pejantan biasanya lebih fokus pada reproduksi untuk menghasilkan keturunan dan tak terlibat dalam perawatan keturunannya,” kata Lahdenperä.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: