Press "Enter" to skip to content
Image by natureaddict from Pixabay

Game Dipakai Sebarkan Malware, Waspadai Game Populer Ini

Gaming sedang naik daun di Indonesia, apalagi sejak maraknya e-sport ditandai pula dengan penyelenggaraan cabang olahraga e-sport di Asian Games 2018 di Jakarta. Siapa saja kini menyukai gaming, tak terbatas usia dan strata sosial.

Apalagi dengan penetrasi smartphone yang semakin besar, semakin memudahkan orang untuk bermain game secara online dan terhubung dengan banyak orang dari berbagai negara. Tapi waspada, trend ini juga menjadi incaran penjahat siber. Bahkan ada game populer yang perlu kamu uninstall gara-gara serangan ini.

Pengembang software keamanan komputer, ESET, menyatakan bahwa kini pengembang game di Asia terus menjadi target distributor malware untuk secara tak sadar telah menyebarkan malware kepada gamer yang memainkan game mereka.

Ini bukan pertama kalinya industri game menjadi sasaran peretas yang menyerang pengembang game dengan memasukkan backdoor ke dalam game, dan kemudian menyebarkan malware mereka sebagai perangkat lunak.

Peneliti ESET baru-baru ini menemukan dua game dan satu aplikasi platform game yang berhasil dioprek untuk memasukkan backdoor. Jadi, ada baiknya kamu yang suka mengunduh game, berhati-hatilah.

Target dan Distribusi
Meskipun malware menggunakan konfigurasi yang berbeda di setiap kasus, tiga produk perangkat lunak yang terkena dampak mempunyai kode backdoor yang sama dan diluncurkan menggunakan mekanisme yang serupa. Namun, sampai saat ini, dua produk sudah tidak lagi menyertakan backdoor, sementara salah satu developer masih mendistribusikan versi yang sudah diretas.

Berdasarkan telemetri ESET diketahui bahwa para korban sebagian besar berlokasi di Asia, dengan Thailand sebagai korban terbesar. Mengingat popularitas aplikasi yang sudah diracuni oleh peretas masih didistribusikan oleh pengembangnya, tidak mengherankan jika jumlah korbannya mencapai puluhan bahkan ratusan ribu.

Game tersebut bernama Infestation, dan diproduksi oleh pengembang game Thailand, Electronics Extreme. ESET telah mencoba memberi tahu mereka beberapa kali, melalui berbagai cara sejak awal Februari, tetapi tidak berhasil. Masalahnya Infestation yang sukses di Thailand memiliki lisensi untuk membawa game ini secara global. Bahkan portal game di Indonesia pernah ikut mengulas game ini.

Yang menarik dari temuan ESET lainnya adalah saat malware diperiksa untuk mengetahui apakah bahasa sistemnya menggunakan Rusia atau Tiongkok, diketahui bahwa malware didesain oleh pengembangnya untuk tidak menyerang pada komputer yang dikonfigurasi menggunakan dua bahasa tersebut.

Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengatakan penggunaan backdoor menimbulkan banyak dugaan karena fungsinya yang luas. Salah satunya adalah spionase atau alasan lainnya, seperti mencari keuntungan finansial.

“Apa pun alasan di balik serangan tersebut, jelas jika pasar Asia menjadi target mereka yang ke depan mungkin bisa digunakan untuk pekerjaan yang lebih besar,” ujar dia.

Sulit dipungkiri jika Asia memang memiliki potensi yang sangat besar mengingat banyak negara Asia memiliki jumlah penduduk dan pemain game yang besar. Menurut perusahaan riset Niko Partners, jumlah gamer PC dan seluler di Asia Tenggara akan meningkat hingga 400 juta, yang menghasilkan dengan total pendapatan gabungan sebesar US$4,4 miliar pada tahun 2021.

Sementara menurut Newzoo, penggunaan ponsel di Asia Tenggara telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa, terus tumbuh pada tingkat lebih dari 3,5 juta pengguna per bulan. Dengan meningkatnya penetrasi kartu kredit di kawasan ini, dapat diperkirakan bahwa game digital akan terus marak.

Besarnya pasar ini tentu menggiurkan bagi para penjahat siber untuk memanfaatkannya untuk banyak hal dan kepentingan. Untuk mengatasi masalah ini ESET memiliki beberapa tips bagi pengguna agar terhindar dari ancaman seperti ini:

1. Sebelum mengunduh apa pun di toko resmi aplikasi, biasakan untuk membaca review atau ulasan pada game yang ingin diunduh.
2. Selalu melakukan update
3. Selalu mengunduh dan update melalui situs resmi pengembang
4. Bagi gamer yang sudah mengunduh game Infestation sebaiknya segera melakukan uninstall sesegera mungkin.
5. Segera lakukan deteksi dengan solusi keamanan yang dimiliki.
6. Gunakan antivirus yang komprehensif. ESET dapat mendeteksi ancaman ketiga malware tersebut sebagai Win32/HackedApp.Winnti.A, Win32/HackedApp.Winnti.B, & sebagai payload Win32/Winnti.AG, dan tahap kedua sebagai Win64/Winnti.BN.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: