Press "Enter" to skip to content

Karangsambung, Laboratorium Alam untuk Memahami Geologi Pulau Jawa

Di Kebumen, Jawa Tengah, terdapat sebuah wilayah bernama Karangsambung yang mengandung cerita panjang tentang sejarah Pulau Jawa. Singkapan batuan yang muncul ke permukaan di Karangsambung menggambarkan evolusi lempeng tektonik Pulau Jawa dengan rentang usia lebih dari 120 juta tahun.

Menurut penelitian, Karangsambung merupakan dasar laut dan menjadi pertemuan lempeng benua dan samudra. Adanya proses subduksi selama ratusan juta tahun membuat batuan purba tersingkap. Sehingga singkapan ini dapat membukakan kepada kita rekaman peristiwa pembentukan muka Bumi.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menjadikan kawasan ini sebagai laboratorium geologi yang berada di bawah pengelolaan Balai Informasi dan Konservasi Kebumian LIPI. Sejak Desember 2018, Karangsambung ditetapkan sebagai Geopark Nasional, bersama dengan kawasan Karangbolong di Kebumen.

Geopark Karangsambung Karangbolong yang berada di kawasan seluas 543.599 kilometer pesegi, mencakup 117 desa di 12 kecamatan di Kebumen, akan dikelola sebagai kawasan konservasi, edukasi dan ekonomi masyarakat.

Saat ini dari 41 situs yang sudah terpetakan, ada 10 situs yang sudah dikelola sebagai tempat wisata oleh LIPI dan masyarakat. Kemudian, ada lagi dua geosite yang sudah dikelola secara mandiri oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang juga didampingi LIPI.

Harapannya sih ingin menjadikan geopark ini go international. “Tapi itu semua butuh usaha bersama,” ujar Kepala Balai Informasi dan Konservasi Kebumian LIPI, Edi Hidayat. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, diharapkan kawasan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong mampu menjadi salah satu solusi permasalahan konservasi dan wisata.

Salah satu situs Geopark Karangsambung di kecamatan Sadang misalnya memanfaatkan aliran sungai untuk wisata tubing. Ini salah satu contoh bahwa Geotourism mampu menggabungkan wisata alam dan wisata edukasi. Menurut Edi Hidayat, keberadaan BIKK LIPI dengan tugas dan fungsi penyebaran informasi kebumian dan konservasi sejalan dengan pengembangan Geopark.

“Masyarakat akan semakin sadar bahwa kawasan Geopark perlu dijaga karena mereka sendiri butuh dan juga dibutuhkan oleh pihak lain,” ujarnya.

Pengemasan wisata geologi di Karangsambung sudah dimulai sejak 10 tahun lalu. Di sini sudah tersedia penginapan, asrama, perpustakaan, dan bengkel kerja kerajinan batu mulia di kawasan kantor BIKK LIPI di Karangsambung. Di sini juga dilakukan kegiatan wisata ilmiah seperti ceramah ilmiah, diskusi, kunjungan lapangan dan melihat koleksi batuan, serta proses pembuatan batu mulia. Selain itu, wisatawan juga bisa mengikuti kegiatan perburuan atau pencarian batuan di aluvial Sungai Lukulo.

Kalau kamu ingin berkunjung ke sini, ada dua paket yang ditawarkan berdasarkan durasinya, yaitu durasi empat jam dan delapan jam. Paket ini relatif terjangkau, yakni Rp 5.000 per orang yang berdurasi empat jam dan Rp 10.000 per orang untuk durasi delapan jam. Jika menginap, tarifnya Rp 60.000 per malam.

Tapi memang fasilitas pendukung harus lebih dibenahi. Ditambah lagi ada penambangan liar pasir dan batu di Sungai Luk Ulo. Ini harus menjadi perhatian pengelola dan pemerintah.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: