Press "Enter" to skip to content

Keserakahan Kita Bakal Hilangkan 1 Juta Spesies di Bumi

Manusia sudah memanfaatkan alam, menyerap segala kebaikannya, tapi ternyata kita tak tahu berterima kasih. Dalam sebuah laporan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bakal dirilis pada 6 Mei mendatang, diketahui bahwa ada 1 juta spesies di Bumi yang terancam punah oleh aktivitas manusia. Demikian seperti dilansir Live Science yang mengutip AFP, hari ini.

Apa saja aktivitas manusia yang mengancam kelangsungan hidup populasi makhluk hidup lain? Di antaranya adalah konsumsi berlebihan, perburuan liar, penggundulan hutan, dan emisi CO2 dari bahan bakar fosil. Lebih dari seperempat spesies yang diketahui di muka Bumi terancam oleh perilaku manusia. Laju hilangnya spesies dari Bumi sudah sudah puluhan kali sampai ratusan kali lebih tinggi dalam satu dekade terakhir.

Udara bersih makin berkurang. Begitu juga kemurnian air di mana-mana sudah memprihatinkan. Perkembangbiakan tumbuhan dan hewan terganggu oleh berbagai faktor, antara lain oleh hilangnya serangga yang melakukan penyerbukan alami, dan termasuk rusaknya ekosistem mereka.

Sebanyak tiga perempat daratan, setengah kawasan lingkungan lautan dan setengah perairan darat, sudah berubah oleh karena aktivitas manusia. Perubahan ini jangan dikira tidak akan berdampak balik bagi manusia. Mereka yang terancam langsung adalah kelompok-kelompok suku asli maupun masyarakat miskin.

Laporan Summary for Policy Makers dari The Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) ini bakal dipresentasikan pada 29 April di Paris di hadapan 130 negara. “Cara kita memproduksi makanan dan energi telah merusak segala kebaikan alam yang bisa kita terima,” kata Robert Watson, ketua kelompok yang menyusun laporan PBB tersebut, seperti dikutip oleh AFP. “Yang kita butuhkan untuk memperbaiki kerusakan itu adalah dengan perubahan yang transformatif.”

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: