Press "Enter" to skip to content

Tujuh Keajaiban Dunia Ini ‘Hidup’ Lagi dalam Citra Digital

Ketika kita melihat reruntuhan bangunan atau benda purbakala, rasanya pasti ingin tahu bagaimana wujud benda atau bangunan itu pada masanya, bukan? Apalagi kalau benda purbakala itu termasuk keajaiban dunia. Nah, baru-baru ini sebuah perusahaan bernama Budget Direct berhasil menciptakan program 3D yang memperlihatkan rekonstruksi bangunan purbakala secara digital. Jadi, kita tahu seperti apa wujud bangunan itu pada masa lalu.

Untuk kamu ketahui, dalam prinsip pemugaran benda purbakala atau arkeologis, kita tak boleh sembarangan melakukan pemugaran lho ya. Harus dipikirkan berbagai aspeknya, sehingga pemugaran itu bermanfaat. Tak jarang, baiknya benda atau bangunan purbakala itu lebih baik dibiarkan dalam kondisi saat ditemukan. Tapi kita bisa membayangkan wujud aslinya melalui berbagai rekonstruksi yang dilakukan para arkeolog di atas kertas. Dan kali ini, kita bisa lihat melalui pencitraan 3D. Semua itu adalah hasil riset yang dapat dipertanggungjawabkan.

Khusus untuk program 3D yang dibangun oleh Budget Direct, seperti dilansir Daily Mail, total ada tujuh bangunan yang termasuk Keajaiban Dunia, yang direkonstruksi kembali secara digital. Kecuali Piramid Besar Giza, bangunan purbakala lainnya sudah hancur berantakan. Tapi Budget Direct berhasil mencitrakannya kembali secara digital, sehingga kita tahu seperti apa wujudnya di masa lalu. Yuk, kita tengok satu-satu:

Colossus di Rhodes

Ini adalah berupa arca raksasa setinggi 32 meter di atas pelabuhan Mandraki di Rhodes. Arca ini ditujukan bagi dewa matahari Helios. Arca ini hancur akibat gempa bumi, setelah sempat bertahan selama satu abad setelah selesai dibangun pada tahun 282 SM.

Piramida Besar di Giza, Mesir

Ini adalah salah satu destinasi wisata paling populer di dunia. Dalam proyek yang memakan waktu 20 tahun, piramida ini disusun atas bebatuan yang masing-masing berbobot sampai 2,5 ton. Piramida ini dibangun sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi Firaun Khufu. Bagian permukaannya dilapisi batu lempung putih, yang saat ini sudah tidak ada.

Taman Gantung Babilonia

Taman gantung ini masih jadi perdebatan. Benaran ada atau cuma dongeng? Selama ribuan tahun para ahli dan sejarawan berdebat mengenainya.

Menurut legenda, taman itu ada di suatu tempat di Babel – kira-kira 50 mil selatan dari kota Baghdad di Irak sekarang. Diperkirakan dibangun pada tahun 600 SM dan memiliki teras-teras setinggi 20 meter. Jika dulu pernah ada, taman ini dihancurkan oleh Kekaisaran Achaemenid pada 539 SM.

Arca Zeus di Olympia

Olympia membangun arca penguasa para dewa itu secara besar-besaran untuk mengungguli saingan-saingannya di kota itu, yaitu orang-orang di Athena.

Patung emas dan dan dilapisi gading setinggi 40 kaki dibangun di atas bingkai kayu dan tahta – membuatnya bisa bertahan dalam jangka waktu lama. Arca ini kemungkinan hancur akibat kebakaran Konstantinopel pada tahun 426.

Mercusuar Alexandria

Mercusuar ini sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari semua bangunan yang ada di sekitarnya. Struktur ini adalah struktur kompleks yang dirancang untuk menunjukkan kecakapan intelektual dunia sambil mengungkap dasar matematika dan geometrisnya.

Sostratus dari Cnidus merancang api yang menyala di atas menara silinder, di atas tengah segi delapan, di atas dasar persegi. Tapi serangkaian gempa bumi pada Abad Pertengahan telah menghancurkan bangunan ini. Kemudian Sultan Mamlūk Qāʾit Bāy membangun benteng di reruntuhan mercusuar.

Mausoleum di Halicarnassus

Makam ini dibangun untuk Mausolus, penguasa Caria, wilayah kuno Asia Kecil. Bangunan itu sangat mengesankan sehingga nama mendiang raja itu menjadi kata umum untuk menyebut monumen pemakaman besar.

Strukturnya adalah campuran prinsip desain Yunani, Timur Dekat, dan Mesir yang dibuat dari marmer Anatolia dan Pentelic.

Ketika makam itu digali, sisa-sisa kurban berupa lembu, domba, dan burung dianggap sebagai sisa dari pesta ‘pengantaran’ bagi penyewa permanen Mausoleum.

Dibangun pada 350 SM di Turki modern, bangunan itu hancur akibat serangkaian gempa bumi pada abad ke-13.

Kuil Artemis di Efesus

Yang pertama menghancurkan bangunan ini adalah Herostratus, yang membakarnya supaya terkenal. Selanjutnya datang orang-orang Goth, yang menghancurkan kota sambil melewatinya saat dalam pelarian dari Romawi.

Pada akhirnya, giliran tentara Kristen yang mencabik-cabiknya pada tahun 401. Tersisa hanya fondasi dan satu kolom – yang masih dapat dilihat sampai sekarang.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: