Press "Enter" to skip to content
Dok. commons.wikimedia.org/PublicDomain

Sugar Glider, Mamalia ‘Terbang’ dari Papua

Sugar glider (petaurus breviceps) merupakan marsupial atau mamalia berkantung endemik Papua, Papua Nugini dan Australia. Binatang ini dapat melayang-layang di udara dari satu pohon ke pohon yang lainnya.

Satwa ini seakan bisa terbang lantaran ia memiliki membran tipis atau lipatan kulit ditutupi bulu yang digunakan untuk melayang. Membran ini terdapat pada sisi kiri dan kanan tubuh sugar glider di antara kaki depan dan belakang.

Sugar glider juga sangat cekatan memanjat pohon. Begitu tiba di puncak pohon dan tidak ada lagi hubungan ke pohon yang berikutnya, dengan mudah sugar glider melompat. Pada saat itu membran tipisnya mengembang, kemudian sugar glider melayang-layang dengan ekor membulat terangkat naik hingga tiba pada pohon tujuan.

Dengan cara itu sugar glider dapat menempuh jarak yang jauh. Memanjat, melompat, dan melayang itulah yang sugar glider sukai. Sugar glider aktif pada malam hari atau noktural.

Sugar glider berwarna dasar abu-abu ada garis hitam di punggungnya dari kepala hingga ekor. Wajah sugar glider mirip kuskus. Sugar glider adalah omnivora, di hutan Papua sugar glider makan buah, pucuk pohon, nektar dan serangga. Sugar glider mempunyai kelenjar bau yang mengeluarkan bau khas.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: