Press "Enter" to skip to content

Tentang CST: Menjembatani Kerja Sama Ilmiah Prancis dan Indonesia

Selama hampir 70 tahun, Prancis dan Indonesia telah menjalin kerja sama yang erat di bidang ilmiah dan teknologi. Ditandai dengan berdirinya kantor perwakilan EFEO (École française d’Extrême-Orient—lembaga penelitian Prancis di bidang sosial-humaniora Asia) pada tahun 1952, disusul oleh perwakilan lembaga penelitian lain seperti IRD, CEA, dan CIRAD, kolaborasi antarpeneliti dari Prancis dan Indonesia terus ditingkatkan untuk menciptakan dampak yang dapat dinikmati bukan hanya oleh penduduk kedua negara, namun juga oleh masyarakat global.

Meski demikian, langgengnya suatu kerja sama ilmiah bukan melulu soal para peneliti semata. Dibutuhkan juga kontribusi dan kolaborasi dari berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, kementerian, perguruan tinggi, perusahaan, LSM, masyarakat umum, dan seterusnya. Sayangnya, masih banyak peneliti Prancis maupun Indonesia yang mengalami kesulitan akses terhadap support system ini, begitupula sebaliknya. Untuk menghubungkan para aktor tersebut, kantor Kerja Sama Ilmiah dan Teknologi (Coopération Scientifique et Technologie, disingkat CST) hadir di bawah naungan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia.

Dalam menjalankan tugasnya, CST berfokus pada tiga pilar: jejaring, pendanaan, dan peningkatan nilai, khususnya melalui upada komunikasi dan mediasi sains ke khalayak ramai.

Dalam lingkup jejaring, CST memprakarsai pertemuan, dialog, dan diskusi antaraktor dari berbagai bidang. Melalui upaya-upaya tersebut, banyak kesepakatan kerja sama telah dihasilkan dan ditindaklanjuti, antara lain tentang pertukaran teknologi di bidang vulkanologi dan bencana alam, studi lanjutan di ranah kelautan dan perikanan, maupun pembangunan laboratorium dan penyediaan fasilitas saintek mutakhir.

Di bagian pendanaan, CST berusaha menyediakan aneka program pembiayaan, terutama di tingkat doktoral. Tidak dapat dipungkiri bahwa suatu penelitian, terutama yang membutuhkan waktu lama, mencakup wilayah yang luas, serta melibatkan banyak anggota tim, pada umumnya membutuhkan dana yang tidak sedikit, khususnya di pos operasional dan logistik. Sayangnya, dana dari pemerintah maupun sponsor kerap belum mencukupi, pun tidak selalu mudah diperoleh. Maka dari itu, CST berupaya meyediakan program beasiswa studi maupun mobilitas, seperti Nusantara, Science & Impact, dan Joint Funding Scheme. Beberapa di antaranya digagas bersama dengan organisasi internasional seperti Uni Eropa dan ASEAN, ada pula yang diwujudkan bersama partner negara-negara sahabat, sementara yang lain merupakan hasil kolaborasi bersama perguruan tinggi dan industri.

Agak berbeda dari dua pilar sebelumnya, peningkatan nilai berpusat pada aneka program dan kegiatan didesain untuk mempromosikan sains secara publik. CST percaya bahwa masyarakat umum, terutama anak-anak dan para pemuda, perlu dilibatkan dalam aneka program ilmiah. Di satu sisi, mereka lah publik yang pada akhirnya akan merasakan manfaat utama dari penelitian-penelitian yang berlangsung. Di sisi lain, mereka jugalah yang diharapkan dapat meneruskan tali kerja sama ilmiah di masa depan. Hingga kini, lebih dari 200.000 orang per tahun telah berpartisipasi dalam program-program seperti seminar bulanan di bidang sosial humaniora (HTS), serta Pekan Talenta Ilmiah Muda dan MT180 yang mengirimkan duta ilmiah muda Indonesia ke Prancis untuk memperkenalkan karya mereka ke panggung global. Buku kompilasi 300 penelitian bersama multidisipliner antara periset Prancis dan Indonesia sejak tahun 1970-an pun tengah dalam proses pengerjaan.

Untuk lebih jauh mengenal dan menghubungi CST, silakan akses:

https://youtu.be/N-3GZCxnNuo

https://www.ifi-id.com/id/kerjasama-sains-dan-teknologi

Penulis: Karina LANGIT (Penanggungjawab komunikasi ilmiah di Institut Français d’Indonésie, Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: