Press "Enter" to skip to content

Tilapia dan Upaya Membangkitkan Selera pada Ikan Air Tawar

Tak semua orang suka makan ikan. Dari yang suka makan ikan, tak semua juga suka makan ikan air tawar. Soalnya, sudah lama ada kekhawatiran orang terhadap ikan air tawar, yaitu: bau amis dan bau lumpur (muddy flavor), serta keraguan akan kualitas dan kandungan gizinya.

Tilapia mencoba mengikis semua kekhawatiran tersebut. Kalau kamu belum tahu tilapia, ikan ini adalah nama umum untuk menyebutkan ratusan spesies ikan cichlid dari suku Tilapiine cichlid. Di Indonesia, salah satu jenis tilapia yang kamu pasti kenali adalah ikan nila. Selain bisa ditemukan di alam liar, ikan ini juga termasuk komoditas perikanan yang dibudidayakan di danau dan waduk air jernih.

Khusus tilapia, ternyata sudah lebih dari 30 tahun tilapia dibudidayakan di Indonesia dan dipasarkan sampai ke Eropa, Amerika, dan Amerika Selatan. Regal Springs Indonesia, produsen ikan tilapia di Indonesia, membudidayakan ikan ini di Danau Toba dan danau di Jawa Tengah sejak 1988.

Tahun ini, Regal Springs Indonesia mulai menseriusi pasar domestik dan meluncurkan dua produk terbaru tilapianya, yaitu fillet tilapia kemasan 200 gr dan Kepala Ikan Tilapia kemasan 650 gr. Ikan yang dijual dalam wujud beku ini sudah tersedia di jaringan supermarket besar di kota-kota besar di Indonesia.

Lantas kembali ke masalah awal, tentang pandangan miring orang terhadap ikan air tawar. Bagaimana tilapia memupus itu semua?

Dr. -ing. Dase Hunaefi, STP, MFoodST, pakar bioteknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan kalau bicara soal ikan air tawar, khususnya tilapia, yang berkualitas sekaligus enak, maka harus diperhatikan soal asal ikan tersebut, apakah dalam proses pembudidayaannya memakai antibiotik, pakannya seperti apa, tempat pembudidayannya macam apa? Soalnya itu akan sangat berpengaruh pada rasa dan kandungan nutrisi ikannya.

Setelah itu, barulah aspek bagaimana pengolahan ikan tersebut. Walau ikannya bagus, bernutrisi, tapi kita kurang pandai mengolahnya, akan percuma saja, bukan?

Dari peneltian Dase, ikan tilapia mengandung energi total 11o kkal per 100 gram serving size. Ikan ini juga mengandung 1 persen omega 6 dan 3, meski jumlahnya tak sebanyak ikan laut tapi rasio antara omega 3 dan 6-nya bagus. Tilapia juga mengandung sampai 34 persen protein, vitamin D, vitamin B12, niasin (vitamin B -3), vitamin B6, dan asam pantotenat (vitamin B -5). Mineralnya yang terkandung antara lain selenium, fosfor, kalium. Di samping itu, terdapat kandungan karbohidrat sebanyak 2 persen dan tentu saja air.

Dibandingkan sumber protein lain, kata Dase, tilapia mengandung asam amino esensial yang lengkap. Antara lain: histidine, isoleucine, leucine, methionine, phenylalanine, threonine, tryptophan, valine, dan lysine.

Kalau dimasak, kandungan gizinya tak terlalu banyak berubah, asal pemasakannya benar. “Struktur protein tersiernya akan mengalami perubahan, tapi struktur yang primernya tidak berubah,” kata Dase. Dia menyarankan ikan tilapia sebaiknya dimasak dengan cara digoreng, dipepes, direbus, pesmol, atau ditumis.

Cocokkah tilapia untuk bayi atau anak-anak? Dase mengatakan tilapia cocok untuk anak-anak asal diolah dengan higienis. Omega 3 di dalam ikan tilapia bagus untuk pertumbuhan otak bayi atau anak-anak. Tapi disarankan untuk juga memberikan asupan gizi lengkap dari makanan lain, seperti susu, sayuran, buah-buahan, dan sebagainya.

Tilapia pun aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Sebab ibu hamil dan menyusui akan mendapatkan asupan nutrisi yang bagus untuk pertumbuhan bayi dalam kandungan atau yang sedang menyusui.

Begitu pun mereka yang sedang sakit, disarankan makan ikan yang mengandung asam amino esensial yang lengkap. Sebab kandungan yang lengkap akan membantu melakukan regenerasi kulit dan regenerasi sel dengan lebih baik. Kecuali, si pasien punya alergi terhadap ikan.

Yeri Afrizon, Head of Sales & Marketing, Regal Springs Indonesia, mengatakan, tilapia yang mereka produksi adalah ikan yang dijamin bernutrisi tinggi dan berkualitas terbaik, tanpa antibiotik atau bahan kimia lain, ikan murni, tinggi kandungan protein dan rendah lemak. Dia senang, produk berkualitas ekspor ini juga bisa dinikmati lebih banyak masyarakat Indonesia.

“Ikan ini cocok diolah menjadi berbagai masakan baik resep lokal maupun internasional,” kata Chef Norman Ismail. Ikan tilapia, kata dia, dapat diolah menjadi masakan yang enak tanpa resep yang rumit-rumit.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: