Press "Enter" to skip to content
Dok. LIPI

Mengenal Pohon Tertua di Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas di Jawa Barat sudah didirikan sejak lebih dari 167 tahun lalu. Dari sekian waktu, masih adakah tanaman yang ditanam sejak masa itu dan masih tumbuh di Kebun Raya Cibodas? Ternyata ada. Itulah tanaman bernama spesies Araucuria bidwillii Hook atau dikenal dengan nama bunya-bunya.

Dikutip dari Lipi.go.id, tanaman Araucuria didatangkan sebagai introduksi tanaman yang berasal dari luar negeri. Saat itu Kebun Raya Cibodas menjadi tempat aklimatisasi tanaman dari luar negeri dan Araucuria bidwillii menjadi salah satu tanaman yang dibawa. Araucuria bidwillii ditanam pertama kali pada 1866. Penanaman berikutnya dilakukan pada tahun 1943, 1979, dan tahun 2010. Jadi usia koleksi itu sudah 153 tahun lho.

Pada awal penanamannya, Araucuria bidwillii ditanam secara berderet di sepanjang jalan gico yang kini dikenal dengan nama Arauciria Avenue. Araucaria Avenue selain tempat tanaman koleksi tertua juga merupakan salah satu sudut di Kebun Raya Cibodas yang memiliki nilai keindahan tersediri dan merupakan salah tempat yang favorit untuk berswafoto dengan latar belakang lorong di bawah kanopi dari batang-batang besar Araucaria bidwillii.

Sampai dengan saat ini koleksi Araucaria bidwillii masih dapat dilihat di jalur Araucaria Avenue sepanjang 320 m, yang berukuran besar sebanyak 47 pohon. Araucaria bidwillii yang ditanam pada tahun 1866 dan terbesar adalah di vak IV.B. no 8g. dengan diameter 183,43cm dan keliling lingkaran batangnya 576cm. Sementara tanaman kedua mempunyai diameter 159,2cm dan lingkar batangnya 500cm. Tinggi pohon masing-masing kurang lebih 48m.

Mengenal Araucuria

Nama Araucaria diambil dari nama sebuah provinsi di Chile yang bernama Arauco, sedangkan nama jenis bidwillii diambil dari nama John Carne Bidwill, seorang ahli botani Inggris. Tempat asal tanaman ini adalah Quensland, Australia.

Nama bunya-bunya diberikan oleh suku Aborigin. Tanaman ini juga punya beberapa nama lain seperti, Banza-tunza, Banua-tunya, boonya, bunyi, bahnua, bon-yi, banya bunya, bunnia, bunya-bunya, dan bonyi-bonyi. Nama-nama tersebut ditujukan untuk tanaman yang bijinya bisa dimakan (edible nut). Biji bunya-bunya memiliki nilai penting sebagai makanan dan nilai ritual bagi suku Aborogin.

Setiap tiga tahun di antara bulan Januari dan Maret suku Aborigin biasa berkumpul untuk mengadakan acara ritual suku untuk berburu dan pesta biji bunya-bunya yang dapat dimakan setelah dibakar.

Marga Araucaria memiliki sekitar 12 jenis yang tersebar di Caledonia, Australia, Kepulauan Norfolk, sebagian Brazil, Chili, sampai ke Argentina. Marga ini termasuk ke dalam famili Araucariaceae. Menurut Burkill (1966) Araucaria selain sebagai tanaman hias juga mempunyai nilai penting secara ekonomi.

Araucaria bidwillii di tempat asalnya bisa mencapai tinggi 50m, dengan diameter batang bisa mencapai 150cm, kulit kayu tebal, mengandung resin, cabang-cabang berkarang, horizontal. Daun tanaman ini tumbuh secara spiral, tersusun padat, panjang sampai 5cm, warna hijau tua, kasar, meruncing panjang, cabang-cabang yang fertile lebih pendek dan lebih kaku. Sementara buah atau cone yang berukuran besar mengandung lebih dari 150 biji, dan dapat mencapai berat sampai 10kg.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: