Press "Enter" to skip to content

Gempa Landa Nusa Dua Bali, Efeknya Diperkuat Komposisi Batuan Karbonat

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6 melanda kawasan Nusa Dua, Bali. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 07.18 WIB dengan titik pusat berada pada kedalaman 68 km di koordinat 9,11 Lintang Selatan dan 114,54 Bujur Timur, 83 km di baratdaya Nusa Dua, Bali.

Akibat gempa ini, dilaporkan terjadi banyak kerusakan bangunan hotel, rumah, dan sekolah. Kerusakan melanda SD Negeri 1 Ungasan, Kantor Camat Kuta, SD 11 Jimbaran, Gapura ITDC, Hotel Mercure Nusa Dua, dan Alfamart di Jalan Bali Cliff Ungasan.

Gempa ini terasa sampai ke Lumajang, Jawa Timur. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mengatakan gempa cukup dirasakan karena daerah terdekat pusat gempa merupakan batuan karbonat berumur tersier dan batuan gunung api berumur kuarter. Pada batuan yang telah mengalami pelapukan, belum kompak dan bersifat lepas akan memperkuat efek guncangan gempa sehingga akan lebih terasa.

Berdasarkan posisi dan kedalaman pusat gempa bumi, diperkirakan gempa bumi ini berasosiasi dengan zona Subduksi antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Getaran gempa dirasakan dalam skala MMI V di Badung dan Nusa Dua. Sementara di Denpasar, Matara, Lombok Tengah, Lombok Barat dirasakan dalam skala IV. Di Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara getaran dirasakan skala III MMI. Sedangkan di Jember dan Lumajang, getaran gempa dirasakan skala II MMI.

Adapun informasi dari pos-pos pemantauan gunung api terdekat, gempa bumi ini dirasakan sebesar III MMI di Pos Pengamatan Gunung Batur dan Gunung Agung di Bali serta Gunung Raung di Banyuwangi. Gempa bumi ini juga dirasakan sebesar II MMI di Pos Pengamatan Gunung Rinjani, Lombok.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: