Press "Enter" to skip to content

Selamat Jalan Iman, Badak Terakhir di Malaysia

Badak sumatera terakhir yang hidup di Malaysia mati pada Sabtu, 23 November lalu di Borneo Rhino Sanctuary di Sabah, Malaysia. Badak betina yang diberi nama Iman itu mati dalam usia 25 tahun dan menandai punahnya badak sumatera dari negeri itu.

Kematian Iman juga menjadi pengingat kita betapa rapuhnya binatang ini. Saat ini tinggal 80 ekor badak sumatera atau Dicerorhinus sumatrensis yang hidup di alam liar, menurut catatan dari International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Iman sendiri ditangkap pada 2014 dan dibawa ke sanctuary itu untuk program pembuahan. Tapi Iman kemudian menderita tumor uterine fibroid yang tumbuh di dinding uterusnya. Akibatnya, selama beberapa tahun terakhir kondisi kesehatannya terus menurun, sebagaimana dilansir oleh Live Science dari situs berita Malaysiakini.

Iman akhirnya mati akibat shock, seperti diungkapkan oleh Datuk Christina Liew, State Tourism, Culture and Environment Minister. Shock menyebabkan organ dalam Iman tak mendapat pasokan darah yang cukup dan menyebabkan gagal fungsi.

Badak sumatera adalah spesies terkecil dalam keluarga badak. Ukuran tingginya hanya 1 meter dan panjangnya 4 meter dengan bobot bisa mencapai 900kg. Populasi terakhir badak sumatera di alam liar, yang terdiri dari dua subspesies: sumatera barat dan sumatera timur, hanya terdapat di hutan di Pulau Sumatera dan Kalimantan di Indonesia.

Saat mati, bobot Iman tinggal 476kg. Dia kehilangan bobot sekitar 44kg dala, beberapa bulan sebelum kematiannya. Padahal baru saja enam bulan lalu Malaysia kehilangan Kretam, badak sumatera yang lain yang mati akibat kegagalan organ. Dia mati dalam usia 30 tahun.

“Matinya Iman, badak sumatera terakhir di Malaysia, menandai akhir tragis dan perkembangan spesies ini,” Jon Paul Rodriguez, ketua Species Survival Commission di IUCN, yang berbicara atas nama Sumatran Rhino Rescue. “Dengan kurang dari 80 ekor badak sumatera yang tersisa di bumi, harapan terakhir kita adalah Indonesia. Kematian Iman menggarisbawahi perlunya tindakan segera dari komunitas global untuk menyelamatkan badak sumatera dari kepunahan.”

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: