Press "Enter" to skip to content
Image by Jan Vašek from Pixabay

Kira-Kira Traveling dalam Satu Dekade Nanti Kayak Apa Ya?

Kalau kita boleh bermimpi traveling dalam 1 dekade ke depan, atau 10 tahun ke depan, kira-kira dunia traveling akan kayak apa ya? Terus destinasi mana yang menarik?

Ngomong-ngomong kenapa sampai 10 tahun ya untuk bermimpi saja? Hehehe.. ini sih, kalau menyitir riset dari Agoda, terkait dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Diyakini, pada 1 dekade ke depan, teknologi sudah sedemikian canggih dan maju, sehingga untuk melakukan traveling bakal lebih mudah lagi.

Apa saja kemudahan yang diharapkan terjadi pada kurun waktu itu? Kalau menurut riset Agoda, para traveler berharap perjalanan lintas negara akan bebas paspor dan kemudahan melakukan check-in dari aplikasi mobile. Mereka bisa mengakses kunci kamar akomodasi mereka langsung dari aplikasi, sehingga tak perlu antrean registrasi lagi. Kemudian, traveler berharap perjalanan yang lebih ramah lingkungan dalam dekade berikutnya.

Secara khusus, di Taiwan (50%) dan di Asia Tenggara, separuh dari seluruh responden di Indonesia (56%), Singapura (54%), Malaysia (53%), Filipina (48%) dan Thailand (48%) mempertimbangkan ketiga hal tadi sebagai standar baru dalam dekade mendatang. Hal ini berbeda dengan hanya sepertiga orang di Inggris dan Amerika Serikat (33%).

Satu dari dua orang Asia Tenggara juga melihat check-in melalui aplikasi mobile, yang memungkinkan para tamu untuk melewati antrean registrasi, mengunduh kunci akses kamar dan langsung menuju kamar mereka, sebagai suatu standar di tahun 2020-an, di mana orang Singapura (54%), orang Filipina (53%), Malaysia (58%) dan Thailand (49%) yang paling mengharapkan tren ini.

Sementara itu, Singapura (50%), Vietnam (47%), Filipina (45%), China (44%), dan Australia (41%) adalah lima negara yang paling mengharapkan perjalanan bebas paspor di masa depan. Di Inggris dan AS, orang-orang kurang mengharapkan kemajuan ini dengan hanya satu dari lima responden yang memperkirakan tren ini akan menjadi standar dalam dekade berikutnya.

Wisatawan dari Singapura, Thailand, dan Indonesia adalah yang paling tertarik untuk membuat pilihan ramah lingkungan, dan mungkin lebih menyadarinya dibandingkan wisatawan dari negara lain dengan adanya penutupan Teluk Maya di Thailand baru-baru ini, dan program rehabilitasi Boracay di Filipina. Dengan demikian, wisatawan juga ingin berkontribusi terhadap lingkungan ketika sedang berlibur.

Nah, persoalannya, dengan segala kemudahan tersebut, destinasi mana yang masih menarik dalam 10 tahun ke depan?

Wisatawan dalam kelompok usia 35-44 dan 55+ lebih ingin mengeksplorasi negara dan wilayah mereka sendiri (masing-masing di angka 40% dan 42%), di mana wisatawan dari China, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Taiwan, Thailand, AS, dan Vietnam memilih tujuan domestik dalam tiga destinasi impian mereka untuk dekade mendatang.

Sementara itu, wisatawan Korea dan Jepang memperkirakan akan melakukan lebih banyak perjalanan solo dalam dekade berikutnya. Orang Taiwan dan Indonesia lebih suka mengambil cuti panjang untuk berlibur.

Kyoto berada di peringkat pertama sebagai destinasi wisata yang paling ingin dikunjungi di dunia di tahun 2020-an, di mana para pelancong dari Asia dan Barat menunjukkan rasa ingin tahu yang semakin besar terhadap harta-harta Asia seperti Kyoto (Jepang) yang terkenal dengan kuil Shinto-nya. Kyoto adalah perpaduan eklektik antara budaya, makanan, dan sejarah. Destinasi berikutnya adalah Bangkok (Thailand) dan Bali (Indonesia).

Wisatawan Amerika dan Inggris sama-sama paling bersemangat untuk mengunjungi New York pada dekade mendatang, di mana New York juga merupakan tiga pilihan teratas bagi para pelancong dari Australia, Jepang, dan Korea Selatan. Baik pelancong Malaysia maupun Indonesia ingin mengunjungi Mekkah sebelum tahun 2030.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: