Press "Enter" to skip to content

Waspada Coronavirus yang sedang Mewabah di China

Sebuah virus aneh yang disebut coronavirus sedang merebak di Wuhan, China, dan menimbulkan kekhawatiran di berbagai belahan dunia. Sejauh ini, menurut New York Times, virus ini telah menewaskan 4 orang dan menjangkiti lebih dari 200 orang. Ada dugaan bahwa virus ini bisa menular dari manusia ke manusia.

Kekuatiran menguat sebab hari-hari ini China sedang menghadapi musim perjalanan yang sibuk berkenaan dengan Tahun Baru China alias Imlek.

Awalnya, virus itu dikira hanya menular dari hewan ke manusia, sebagaimana yang terjadi pada kebanyakan kasus. Namun, baru-baru ini diketahui ada dua orang yang terjangkiti virus seperti pneumonia ini, walaupun mereka tinggal ratusan kilometer dari Wuhan. Sehingga diduga bahwa virus itu bisa menular antar manusia.

“Sekarang kita sudah bisa memastikan bahwa ini adalah fenomena yang bisa disebarkan dari manusia ke manusia,” kata Dr. Zhong Nanshan, ilmuwan yang memimpin tim para pakar bentukan pemerintah untuk menangani virus tersebut, dalam sebuah wawancara televisi, Senin, kemarin.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menggelar pertemuan darurat untuk menentukan apakah virus ini dapat mengancam kesehatan masyarakat dunia dan apa rekomendasi yang dikeluarkan.

Kekuatiran penyebaran virus ini mengemuka sebab hari-hari ini masyarakat China sedang bersiap merayakan Tahun Baru. Ada banyak orang China yang bepergian, mudik, baik dari daerah ke daerah lain di China atau warga China di luar negeri yang pulang kampung, sehingga dikhawatirkan penyebaran virus akan semakin luas.

Sejauh ini, kasus virus ini tak hanya terdeteksi di Wuhan, tapi juga di Beijing, Shanghai, dan di selatan provinsi Guangdong. Kasus lain juga terekam di Jepang, Korea Selatan, dan Thailand. Kebanyakan yang terjangkit baru bepergian ke Wuhan.

Untuk mengetahui lebih jauh soal virus ini, simak fakta-fakta berikut:

  • Virus ini pertama kali muncul di Wuhan
  • Pada 31 Desember 2019, berbagai rumah sakit di kota itu melaporkan kasus pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui
  • Banyak kasus berkaitan dengan Pasar Seafood Huanan, yang menjual unggas hidup dan daging hewan yang aneh-aneh. Diduga, itulah sumber virus. Pasar itu sekarang sudah ditutup dan dibersihkan.
  • Komisi Kesehatan Wuhan mengatakan bahwa penyakit itu juga diidap oleh mereka yang tak terekspos pasar Huanan. Jadi, ada kemungkinan virus itu juga berjangkit di sumber lain di kota itu.
  • Masyarakat China masih trauma pada kasus SARS yang menginfeksi lebih dari 8.000 orang pada 2003.
  • Sebanyak empat orang tewas, sembilan orang kritis, dan 25 orang dilaporkan sembuh dalam kasus coronavirus ini.
  • Sebanyak 5 kasus ditemukan di Beijing, 14 kasus di Provinsi Guangdong, dan 2 di Shanghai. Total kasus 219.
  • Di luar negeri, dua perempuan China terdeteksi virus itu di Bangkok, Thailand. Lalu di Jepang, seorang perempuan yang baru pulang dari Wuhan juga dilaporkan terjangkit. Sementara di Korea Selatan, kasus ini menimpa seorang perempuan China berusia 35 tahun dari Wuhan yang baru tiba di Bandara Incheon.
  • Nama Coronavirus diambil dari adanya seperti bentuk paku yang menonjol dari membran virus itu, seperti bentuk korona di Matahari. Virus ini menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan.
  • Gejala-gejala terkena virus ini adalah: demam, batuk, fatigue, dan kesulitan bernafas. Kasus yang serius menyebabkan pneumonia, gagal ginjal, dan kematian.
  • Menurut CNN.com, ada sejumlah kasus coronavirus yang mematikan dalam sejarah.
    – Middle East Respiratory Syndrome atau disingkat virus MERS, yang pertama kali dilaporkan di Timur Tengah pada 2012, tiga dari empat penderita MERS tewas. Virus ini menyebar dari unta.
    – Severe Acute Respiratory Syndrome atau disingkat SARS, pertama kali teridentifikasi di provinsi Guangdong, yang dapat menyebabkan masalah pernafasan, diare, fatigue, kesulitan bernafas, dan gagal ginjal. Persentase kematian antara 0-50 persen dan yang paling rentan adalah lansia.

Untuk mencegahnya, WHO menyarankan:

  • Cuci tangan secara teratur
  • Tutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin
  • Hindari kontak langsung dengan hewan ternak atau hewan liar
  • Disarankan juga untuk tidak makan daging hewan liar atau hindari pasar yang menjual unggas hidup.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: