Press "Enter" to skip to content
Image by Gerd Altmann from Pixabay

Campur-Campur Bahan Kimia, Cek Dulu dengan Aplikasi

Kalau suka pelajaran kimia, mencampur-campur bahan kimia adalah aktivitas yang menarik. Kadang kita akan mendapati fenomena yang seru dan menarik. Walau begitu, harus hati-hati juga sebab tak jarang pencampuran bahan kimia secara sembarangan dapat menyebabkan kerusakan, cedera, bahkan kematian.

Untunglah ahli teknik di Universitas California di Riverside punya solusi. Mereka menciptakan program komputer berbasis open source yang dapat memberitahu kalau campuran kimia tertentu berbahaya. Tak lama lagi, program ini disebut bakal jadi aplikasi smartphone.

Kamu tahu, di Amerika Serikat, kegiatan mencampur bahan kimia telah menyebabkan 4.500 kasus cedera per tahun. Setengahnya terjadi di rumah. Bahkan di laboratorium pun bisa terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Nah solusi open source bernama ChemStor itu bisa sangat membantu.

Dijelaskan dalam Journal of Chemical Information and Modeling, para pakar dari UC Riverside mengadaptasi suatu strategi ilmu komputer yang mengalokasikan sumber daya untuk penggunaan prosesor yang efisien, dikenal dengan istilah graph coloring register allocation. Dalam sistem ini, sumber daya diwarnai dan diatur sesuai dengan aturan yang menyatakan titik data yang berdekatan, atau node.

“Kami juga memberi warna suatu grafis sehingga tidak ada dua node yang rapat berbagi warna,” kata Jason Ott, seorang mahasiswa doktoral ilmu komputer yang memimpin studi itu. “Idenya datang dari peta, contohnya peta Amerika Serikat, tidak ada dua negara bagian yang berdampingan, yang berbagi satu warna, ini membuat mereka dapat dipisahkan dengan mudah.”

ChemStor kemudian menggambar data 9.800 bahan kimia yang ada di perpustakaan Environmental Protection Agency, lalu mengaturnya menjadi kelompok reaksi. Sistem ini kemudian membangun suatu gambar interaksi kimia berdasarkan kelompok reaksi dan menghitung angka warna terkecil yang akan mewarnai grafis sebab tidak ada dua bahan kimia yang berinteraksi juga berbagi warna yang sama.

ChemStor selanjutnya menetapkan semua bahan kimia dari masing-masing warna ke wadah penyimpanan atau limbah setelah mengkonfirmasi ada ruang yang cukup. Bahan kimia dengan warna yang sama dapat disimpan bersama tanpa reaksi berbahaya, sedangkan bahan kimia dengan warna berbeda tidak bisa.

Jika dua atau lebih bahan kimia dapat dikombinasikan dalam kabinet yang sama atau ditambahkan ke wadah limbah tanpa membentuk kombinasi bahan kimia yang mungkin berbahaya, ChemStor menyatakan bahwa konfigurasi itu aman. ChemStor juga mengindikasikan jika tidak ada penyimpanan yang aman atau konfigurasi pembuangan yang dapat ditemukan.

Untuk saat ini, antarmuka ChemStor masih berbentuk command line, di mana pengguna harus mengetikkan jenis bahan kimia dan jumlahnya secara manual ke dalam komputer. Ke depan, sistem ini akan dibikin user friendly termasuk membuat aplikasi mobile yang mengutilisasi kamera smartphone, untuk mengumpulkan informasi bahan kimia dan opsi penyimpanan, termasuk mengintegrasikan bantuan suara.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: