Portal Sains

Bakar Batu, Toleransi Beragama Ala Suku Dani Papua

Suku Dani di Lembah Baliem memiliki toleransi beragama yang tinggi. Hal ini dapat dilihat pada Suku Dani yang bermukim di Kampung Walesi dan Kampung Tulima, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya. Untuk mencapai kedua kampung ini dapat dicapai dengan berkendara sekitar 4 kilometer dari Kota Wamena.

Untuk menyambut bulan Ramadhan, biasanya penduduk Kampung Walesi dan Kampung Tulima melakukan tradisi bakar batu di halaman masjid Al-Aqsha di Kampung Walesi. Tradisi bakar batu ini dengan menu utama pangan lokal dan daging ayam.

Toleransi beragama sangat terasa sekali saat bakar batu ini berlangsung. Persiapan hingga pelaksanaan bakar batu dilakukan secara bergotong royong oleh umat muslim dibantu oleh umat Kristen.

Tradisi bakar batu ini juga sekaligus sebagai bentuk ucapan syukur bulan Ramadhan telah tiba, sebagai bentuk silahturahmi dan saling meminta maaf dengan seluruh kerabat, baik itu kerabat muslim maupun kerabat Kristen. Bentuk toleransi ini patut dicontoh dan dilestarikan.

Berkaitan dengan pandemi covid-19, tradisi bakar batu merupakan kegiatan yang identik dengan berkumpul bersama, untuk itu sesuai dengan anjuran pemerintah untuk jaga jarak fisik dan menghindari berkumpul, maka sebaiknya bakar batu menyambut bulan Ramadhan ini ditiadakan dulu. Nanti bisa dilakukan lagi saat pandemi COVID-19 sudah tidak ada lagi.

Untuk menyambut Bulan Ramadhan, umat muslim di Distrik walesi dapat melakukannya dengan berdoa di honai (rumah tradisional) masing-masing.

Penulis: Hari Suroto (Arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Exit mobile version