Press "Enter" to skip to content

Semangat Gotong Royong Hadapi Dampak COVID-19

Semangat gotong royong saling membantu satu sama lain berperan penting saat ini di tengah pandemi covid-19. Masyarakat Indonesia dikenal sangat berjiwa sosial, suka membantu satu sama lain.

Semangat gotong royong, saling membantu dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu ditingkatkan lagi dalam menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan Covid-19. Saling membantu ini tidak hanya dalam bentuk bantuan sosial bahan makanan, tetapi juga perekonomian lokal dan pangan lokal.

Pandemi covid-19, telah membatasi jam beraktivitas masyarakat di luar rumah. Hal ini sangat berdampak pada perekonomian lokal. Misalnya saja para penjual bahan pangan lokal di Papua adalah mama-mama Papua yang dari uang hasil berjualan dipergunakan untuk menghidupi keluarga.

Pada umumnya mama-mama ini adalah petani sekaligus penjual, pagi-pagi mereka berkebun dan memanen hasil kebun atau ada yang ke danau atau muara sungai untuk mencari ikan, udang dan siput. Sore harinya mereka berjualan di pasar.

Untuk wilayah Papua sendiri, sesuai kebijakan pemerintah provinsi, aktivitas di luar rumah dan aktivitas ekonomi hanya berlangsung dari pukul 06.00 pagi hingga 14.00 siang.

Hal ini sangat berdampak pada mama-mama Papua penjual pangan lokal, sehingga pagi-pagi sekali mereka ke kebun, dilanjutkan ke pasar berjualan hingga siang. Sebagian besar mereka mengeluh, sejak pandemi covid-19, pembeli dagangan mereka berkurang.

Oleh karena itu, semangat saling membantu dapat diimplementasikan dengan membeli hasil kebun jualan mereka. Selain itu, dalam program bantuan sosial oleh pemerintah yang selama ini dalam bentuk sembako beras, lebih baik diganti dengan bantuan sosial dalam bentuk pangan lokal. Pemerintah melalui pihak terkait tinggal membeli keladi, ubi jalar, singkong dan hasil kebun lainnya, untuk selanjutnya didistribusikan pada warga yang berhak menerima. Akhirnya perekonomian lokal berjalan, dagangan mama-mama Papua laku, konsumsi pangan lokal semakin meningkat, dan penerima bantuan mendapat bahan makanan yang segar dari kebun dan organik.

Saran ini tidak hanya untuk pemerintah saja, tetapi bagi siapa saja yang ingin membantu dan saling berbagi, alangkah bagusnya dalam bentuk pangan lokal. Bagi yang tinggal di perkotaan atau perumahan, semangat untuk menggerakkan ekonomi lokal juga dapat dilakukan dengan membeli sembako di warung sekitar kompleks, hal ini akan membantu sekali usaha kecil.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: