Press "Enter" to skip to content

Kearifan Lokal di Balik Arsitektur Masjid Patimburak, Papua

Masjid Patimburak di Kampung Patimburak, Distrik Kokas, Fakfak, Papua Barat memiliki konstruksi unik, khas sebagai bentuk kearifan lokal setempat. Selain ada pengaruh arsitektur Eropa dalam Masjid Patimburak, juga ada kearifan lokal dalam konstruksi masjid tersebut. Hal ini dapat dilihat dari bahan-bahan yang digunakan serta teknik konstruksi dalam membangun masjid Patimburak.

Bahan-bahan yang digunakan dalam membangun Masjid Patimburak berasal dari lingkungan sekitar Teluk Berau dan Semenanjung Onin. Baik itu kayu, bambu, pasir laut dan kapur sebagai campuran pasir laut untuk konstruksi temboknya.

Kunikan konstruksi masjid ini adalah di dalam dinding tembok digunakan anyaman bambu sebagai penguat, kemudian dilapis campuran pasir laut dan kapur. Kapur halus diperoleh dari hasil bakaran cangkang kerang laut. Anyaman bambu ini dikenal kuat dan tahan lama, kekuatannya tidak kalah dengan besi modern. Anyaman bambu ini juga sangat tahan terhadap uap air laut sehingga tidak akan berkarat.

Untuk konstruksi tiang dan atap digunakan kayu. Sebagai pengikat konstruksi kayu ini digunakan pasak kayu bukan paku besi. Bangunan yang menggunakan kayu pasak kayu, memiliki kelebihan yaitu sangat fleksibel jika terjadi gempa bumi, bangunan ini akan mengikuti arah pergerakan tanah dan tidak melawannya, sehingga ia tidak akan mudah roboh.

Konstruksi anyaman bambu dalam dinding tembok memiliki kelebihan yaitu tahan terhadap gaya gempa dan mudah diperbaiki jika mengalami kerusakan.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: