Press "Enter" to skip to content

Mengenal Mary Jackson, Engineer Perempuan Kulit Hitam Pertama di NASA

Beberapa dekade lalu, segregasi kulit hitam dan kulit putih sangat kental di Amerika Serikat. Termasuk di dunia sains. Tak hanya warna kulit, keberadaan perempuan di dunia kepakaran sains juga kurang diakui. Tapi ada seorang perempuan kulit hitam bernama Mary Jackson yang bisa mengatasi itu semua.

Ketika Mary Jackson mengawali kariernya di Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), ia bekerja di laboratorium komputer yang memisahkan stafnya berdasarkan warna kulit. Kini, hampir 70 tahun kemudian, namanya diabadikan menjadi nama kantor pusat NASA di Washington DC. “Tidak tersembunyi lagi, kami akan terus memberikan pengakuan atas kontribusi perempuan, afro-amerika, dan orang-orang dari berbagai latar belakang yang telah membuat kesuksesan sejarah eksplorasi NASA,” kata NASA administrator Jim Bridenstine, seperti dilansir Science Alert.

Mary Jackson tumbuh di Hampton, Virginia. Hasratnya pada sains membuatnya meraih dua gelar sarjana di bidang matematika dan fisika. Dia sempat mengajar sebagai guru sains di sekolah khusus orang kulit hitam di Maryland, sebelum akhirnya menjadi staf di Langley Memorial Aeronautical Laboratory, pada 1951. Dorothy Vaughan, sosok yang termasuk dalam Hidden Figure lainnya, adalah supervisor-nya.

Selama dua tahun Jackson menjadi ‘komputer manusia’ sebelum membantu membangun sebuah terowongan tekanan supersonik. Dia kemudian dipromosikan menjadi engineer perempuan kulit hitam pertama di NASA, pada 1958. Mungkin saat itu, dia satu-satunya perempuan kulit hitam di bidang teknik penerbangan yang menjadi praktisi di lapangan. Jackson wafat pada 2005 dalam usia 83 tahun dan pada 2019 dia diberi penghargaan bergengsi Congressional Gold Medal.

“Kami merasa terhormat NASA menghargai warisan ibu dan nenek kami Mary W. Jackson,” tutur putri Mary Jackson, Carolyn Lewis. “Dia seorang saintis, humanis, istri, ibu, dan pelopor yang meletakkan dasar bagi ribuan orang yang mengikuti jejaknya, tidak hanya di NASA tapi di seluruh negeri ini.”

Pada tahun lalu, NASA juga melakukan selebrasi penting, mengubah nama jalan di depan kantor mereka dengan Hidden Figures Way. Dilansir dari CNN, nama Hidden Figures Way didedikasikan kepada ahli matematika perempuan kulit hitam NASA yang telah membuat perjalanan ke antariksa menjadi mungkin. Mereka adalah Katherine Johnson, Dorothy Vaughan, dan Mary Jackson. Mereka bertiga juga sering dijuluki ‘komputer manusia’.

Pada 1950-an, sebelum komputer digunakan dan digunakan secara luas, matematikawan manusia disebut “komputer” dan “kumpulan komputer” NASA sangat bergantung pada perhitungan yang luar biasa kompleks dan tulisan tangan dari ketiga perempuan kulit hitam itu. Kesalahan kecil apa pun bisa menyebabkan bencana.

Tetapi ketiga perempuan keren itu berhasil membuat perhitungan rumit dan menghasilkan misi antariksa yang sukses. Termasuk misi Alan Shepard pada 1961, yang membuatnya menjadi orang Amerika pertama di luar angkasa, dan misi John Glenn 1962, yang menjadikannya orang Amerika pertama yang mengorbit Bumi.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: