Press "Enter" to skip to content
Image by Sasin Tipchai from Pixabay

Kasus Langka, Putus Hampir Sehari Penis Ini Berhasil Disambung Lagi

Pria berusia 34 tahun itu menderita schizophrenia yang parah. Dia pernah berusaha membunuh dirinya dan baru-baru ini, dia memotong penisnya sendiri sampai putus. Ditemukan 15 jam setelah peristiwa itu, pria itu dilarikan ke rumah sakit dan langsung menjalani operasi. Dan operasinya sukses menyambung penis itu kembali sampai ke saraf-sarafnya setelah putus hampir sehari. Kasus yang sangat langka.

Pembuluh darah besar yang berada di bagian atas penis bisa diidentifikasi dengan cepat dan ternyata berfungsi dengan baik. Untuk menghubungkan cadangan vena diambil dari vena di tangan. Sayangnya salah satu saraf besar yang terputus sudah mundur terlalu jauh dan sulit dihubungkan kembali. Tapi pembuluh darah lain yang sudah terhubung dengan cepat mengalirkan darah kembali ke jaringan penis yang putus, pada saat yang tepat.

Hasilnya luar biasa. Tak hanya membuat penis yang terputus menyambung kembali dalam waktu kurang dari 24 jam, enam minggu setelah operasi fungsi penis kembali normal dalam menyalurkan urine dan begitu juga sensasi yang seharusnya ada pada sebuah penis. Pria itu bisa ereksi kembali.

Kondisi bagian tubuh yang terputus sama sekali dari badan dan kehilangan pasokan darah disebut ischaemia. Kebanyakan organ yang sudah mengalami kondisi ini dalam waktu lama sudah tak bisa disambungkan kembali ke tubuh dengan baik. Apalagi pada kasus operasi penis.

Penyatuan kembali penis yang terputus atau disebut replantation adalah kasus yang amat jarang. Hanya sekitar 100 kasus yang pernah dicatat dalam literatur medis. Ketika amputasi terjadi, harus cepat-cepat menyambung organ itu kembali, kalau tidak, lupakan saja.

Untuk penyambungan penis dibutuhkan microsurgery yang melibatkan masukan dari spesialis urologi dan operasi plastik secepat mungkin. Sayangnya, perawatan untuk kasus seperti ini kerap sudah terlambat dan tak banyak dokter yang memahami prosesnya. Dan biasanya yang terjadi, penyambungan penis dilakukan tanpa penyambungan kembali pembuluh darah dan syaraf-syarafnya. Alhasil biasanya penis akan mengalami masalah sensorik dan gangguan untuk berkemih.

Salah satu kasus penyambungan penis yang sukses terjadi lebih dari dua dekade lalu pada seorang bocah berusia 4 tahun. Penisnya bisa disambung kembali setelah terputus selama 18 jam. Biasanya makin lama anggota tubuh terputus dari badan, semakin kecil kemungkinan organ itu bisa disambung kembali dengan baik.

Tapi kasus pria di Birmingham, Inggris itu, ternyata penisnya sudah terputus cukup lama, hampir 24 jam. Dalam kasus yang diuraikan di BMJ Case Reports itu, pembuluh darah kembali berfungsi setelah 8 jam dia masuk rumah sakit. Jadi, total penisnya mengalami ischaemia selama 23 jam.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: