Press "Enter" to skip to content

Semut Merah Ternyata Berguna Melawan Kutu

Semut merah seringkali bikin keki. Tapi semut ini rupanya punya manfaat juga bagi kita, yaitu mencegah kita terkena alergi terhadap daging.

Alergi terhadap daging sebetulnya jarang sekali terjadi. Tapi ada sejenis kutu yang membuat kita bisa mengalami alergi tersebut. Kasus serangan kutu ini, menurut catatan Popular Science, sudah melanda 17 negara di 6 benua. Kasus terbanyak terjadi di tenggara Amerika Serikat, di mana populasi kutu ini sangat tinggi.

Kutu yang disebut lone star tick ini memiliki molekul yang disebut alpha-gal. Gigitan kutu ini membuat molekul tersebut masuk ke dalam aliran darah kita dan pada beberapa orang, bisa menyebabkan reaksi alergi. Sebab daging merah juga mengandung alpha-gal, kali berikutnya seseorang makan steak, maka sistem imun mereka aktif kembali.

Nah, solusi untuk masalah ini adalah semut merah, sebagaimana hasil penelitian yang diterbitkan di Journal of Allergy and Clinical Immunology. Keberadaan populasi semut mereka ternyata berhasil mengendalikan populasi kutu lone star sehingga kasus alergi daging merah ini menjadi jarang.

“Di daerah dengan populasi semut merah yang besar, maka kasus alergi alpha-gal akan 90 persen lebih rendah dibandingkan daerah yang mengandung populasi kutu tapi tak ada semut merah di sana,” kata Thomas Platts-Mills, seorang peneliti imunologi di University of Virginia dan salah satu penulis paper penelitian tersebut.

Platts-Mills termasuk ilmuwan pertama yang mengidentifikasi alergi yang disebabkan oleh kutu itu, pada 2002. Kebanyakan semut merah akan membunuh induk kutu yang sedang mengandung dan memakan telur-telur mereka atau anak-anaknya yang masih kecil.

Namun, semut merah sebetulnya bukan solusi untuk mengatasi kutu penyebab alergi. Sebab, semut ini bersifat invasif juga.

Sejarah mencatat, semut merah pertama kali mendarat di Mobile, Alabama pada 1930-an, di bawah oleh pelaut dan kargo dari Amerika Selatan. Populasinya berkembang dengan cepat dan sulit dikendalikan. Semut merah sendiri bisa menyebabkan alergi yang lain.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: