Press "Enter" to skip to content
Dok. Pixabay

Serangan Siber Meningkat, Eksploitasi Ketakutan pada Virus Corona

Kegiatan online pada saat pandemi COVID-19 ini meningkat luar biasa. Tapi pada saat yang sama, serangan siber (cyberattack) juga sama tingginya. Temuan dari perusahaan cybersecurity McAfee, telah terjadi 375 ancaman baru per menit di seluruh dunia. Khusus Indonesia, telah terdeteksi 2.505 program jahat (malware) yang menyerang Indonesia selama masa pandemi, khususnya pada periode 2 Januari sampai 22 Juli 2020.

Sebagian besar ancaman bekerja dengan mengeksploitasi ketakutan orang-orang terhadap virus dengan mengirimkan aplikasi dan website palsu yang penuh virus, serangan phishing maupun malware. Laporan bertajuk “The Covid-19 Threat Report” menyatakan bahwa saat dunia semakin online saat ini, para penjahat siber juga berusaha mengeksploitasi tingginya keinginan publik untuk mencari tahu tentang virus Corona itu.

McAffee mengatakan para peretas maupun scammer juga menargetkan para pebelanja online, nasabah digital banking, dan lain-lain.

“Apa yang awalnya trik penipuan phishing dan apps jahat kini sudah berubah menjadi banjir URL bervirus dan aktor penipu yang sangat pintar,” kata Raj Samani, kepala peneliti di McAfee. “Mereka menjadikan kehausan informasi mengenai COVID-19 sebagai pintu masuk ke berbagai sistem komputer di seluruh dunia.”

Jesus Sanchez-Aguilera Garcia, head of EMEA consumer di McAfee, mengatakan sangat penting supaya publik tetap waspada saat online untuk menghadapi ancaman yang meningkat itu.

“Pandemi mengubah cara kita menjalani hidup kita, baik online maupun offline,” katanya. “Banyak orang yang aktivitas kesehariannya semakin online seperti berbelanja, bertransaksi perbankan, dan perubahan perilaku ini masih akan terus berlanjut pada bulan-bulan ke depan ini.”

Ketika masyarakat makin online, para peneliti mendapati jumlah situs palsu meningkat dari 1.600 menjadi 39.000 pada minggu-minggu pertama negara-negara memberlakukan lock-down atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Situs-situs itu menipu pengunjung untuk masuk ke situs itu dan mereka dapat menginstalasi malware atau mencuri informasi pribadi termasuk informasi keuangan dan password mereka,” kata Garcia.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi siapapun untuk tetap waspada dan berhati-hati saat online dan tidak tergoda untuk masuk ke website-website mencurigakan.

Target serangan pada masa pandemi ternyata juga bukan hanya pribadi. McAfee mendapati lembaga-lembaga pendidikan dan organisasi publik juga banyak menjadi sasaran malware dan penipuan online.

Beberapa catatan dari laporan McAfee:

  • Malware baru PowerShell meningkat 689% pada Q1-2020, kemungkinan karena kontribusi TrojanDownloader.
  • Mobile malware juga naik signifikan sebesar 71 % pada Q1-2020 dbandingkan kuartal sebelumnya.
  • Malware IoT dan MacOS juga naik masing-masing 58% dan 51%
  • Malware Coin Miner juga naik 26% sementara malware Linux juga naik 8%.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: