Press "Enter" to skip to content

Siswa Indonesia Menangi Olimpiade Fisika Eropa 

Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) yang diseleksi dan dibina oleh Yayasan Sinergi Mencerdaskan Tunas Negeri (Simetri) berhasil meraih Absolute winner (nilai tertinggi di antara semua peserta) dan the best experimental results (nilai eksperimen tertinggi di antara semua peserta) pada European Physics Olympiad (EuPhO) ke-4 yang diselenggarakan secara daring dari tanggal 20 – 26 Juli 2020. 

Peraih absolute winner dan best experiment adalah Peter Addison Sadhani (SMA Santo Aloysius 1 Bandung). Peter berhasil mencapai nilai 40.0 dari maksimum 50. 
Dalam sejarah 4 tahun penyelenggaraan EuPhO, belum pernah ada siswa meraih nilai setinggi ini. Peter juga merupakan satu-satunya peraih medali emas dari tim Indonesia. Selain itu, Indonesia meraih 4 medali perak. 

Penyelenggara EuPhO tahun ini adalah Universitas Bucharest dan Komite Akademik EuPhO yang terdiri dari 8 anggota dari berbagai negara. EuPhO merupakan kompetisi tahunan untuk siswa SMA yang menyerupai dunia riset. Siswa diberi soal yang singkat sehingga siswa dapat memberikan jawaban secara kreatif. Tahun ini EuPhO diikuti oleh 257 siswa dari 54 tim, terdiri dari 31 negara Eropa dan 22 negara tamu (Romania mengirim 2 tim). 

Semua siswa Indonesia berhasil meraih medali pada EuPhO tahun ini. Empat peraih medali perak adalah Timotius Jason (Ignatius Global School Palembang), Rizky Ramadhana (SMA Taruna Nusantara, Magelang), Nixon Widjaja (SMAK IPEKA Plus BSD Tangerang) dan Fadli Januar (SMAN Unggulan MH Thamrin, Jakarta). Pimpinan tim tahun ini adalah Hendra Kwee, Ph.D., Herry Kwee, Ph.D., Zainul Abidin, Ph.D. dan Jong Anly Tan, Ph.D.  

TOFI tahun ini sebenarnya diseleksi dan dibina untuk mengikuti Asian Physics Olympiad (APhO) ke-21 yang sedianya diselenggarakan pada tanggal 10 – 18 Mei 2020 di Taipei, Taiwan. Namun karena pandemic Covid-19, penyelenggaraan APhO ditunda ke tahun 2021.

Penyelenggaraan EuPhO yang awalnya direncanakan di Satu Mere, Romania pada tanggal 2 – 6 Juni 2020, digeser mundur dan pelaksanaannya menjadi daring. Banyak negara dari berbagai belahan dunia memilih mengikuti EuPhO tahun ini, karena penyelenggaraan International Physics Olympiad juga dimundur ke tahun 2021. 

EuPhO tahun ini sangat unik, karena soal eksperimen dilakukan dengan simulasi komputer. Siswa diberikan program yang dapat diberikan input. Soal dibuat cukup real karena ada ketidakpastian eksperimen pada hasil yang diberikan oleh progam. Salah satu soal eksperimen adalah mengenai hamburan Rutherford menggunakan elektron. Siswa dapat mengatur posisi penembakan elektron dan energi mula-mula elektron. Elektron terhambur oleh suatu muatan lain diam yang besar dan ketiga koordinat posisinya tidak diketahui dan elektron ini akan  terdeteksi pada layar yang berada pada jarak tidak diketahui dari muatan. Siswa harus merancang eksperimen untuk menghitung posisi muatan, dan besar muatan. 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: