Press "Enter" to skip to content

Mau Berkemah Sambil Melihat Rusa? Harus Coba Tempat Ini

Apakah kalian suka camping atau berkemah? Berkemah bagi sebagian orang itu terasa merepotkan. Tapi kalau sudah suka, kerepotan itu hanyalah hal kecil. Sebab, berkemah menjanjikan perasaan yang sukar digambarkan. Apalagi kalau tempat berkemahnya pas di hati. Yes! Lokasi berkemah itu penting dipertimbangkan baik-baik, apalagi kalau kamu hendak menularkan semangat berkemah itu kepada adik-adikmu, atau anak-anakmu di rumah.

Ada banyak tempat berkemah di Indonesia, tapi sebagiannya kurang bersahabat untuk keluarga yang ingin mengajari anak-anak cinta pada alam tanpa perlu harus bersusah-susah dengan medan yang ekstrem. Mulailah dari camping ground yang friendly untuk anak-anak. Rekomendasi saya, salah satunya adalah Kampung Cai Ranca Upas di Bandung Selatan. Bumi perkemahan ini punya hamparan camping ground yang rata dan luas.

Baca juga: Keajaiban Mendaki Gunung, Secuil Kisah di Gunung Gede 

Kampung Cai Ranca Upas berasal dari Bahasa Sunda yang berarti Kampung Air. Sedangkan Ranca Upas, berasal dari kata Ranca yang artinya “rawa” dan “Upas”, mmm… yang cukup bervariasi artinya. Ada yang bilang “upas” itu sejenis pohon. Tapi ada juga yang bilang “upas” itu adalah nama seseorang legenda yang meninggal saat menjelajahi rawa di sana. Mana yang benar? Entahlah.

Camping ground ini terletak tak jauh dari kawasan Kawah Putih atau kawasan wisata Ciwidey. Patokannya gampang kan? Dicari dari Google Maps juga mudah kok. Terus terang saya tak bisa menjelaskan rute-rute kendaraan umum menuju ke sana. Silakan googling, cukup banyak informasinya. Atau kamu bisa kunjungi situs ini untuk mencari tahu lebih banyak. Untuk camping, kamu harus membayar Rp20.000 untuk uang masuk kawasan dan Rp10.000 untuk camping per orang per malam. Belum termasuk ongkos parkir kendaraanmu ya.

Saya dan keluarga kecil saya sudah sering ke Ranca Upas dalam berbagai kesempatan. Kami pernah berkemah di sana saat malam tahun baru, ramainya bukan main. Saat malam takbiran juga pernah. Kami juga pernah berkemah saat bulan puasa dan sepi sekali lokasinya. Intinya, di segala suasana, berkemah di sini asyik-asyik saja. Yang saya suka di sini adalah selain berkemah, kita bisa menikmati sejumlah spot yang menarik dan bermanfaat juga.

Baca juga: Ini Dia ‘Surga-Surga Tersembunyi’ di Indonesia Selain Bali

Pemandangan Gunung Patuha dan hutan lindung tak asinglah di sini. Kamu bisa menemukan sejumlah jenis pohon, seperti Puspa, Jamuju, Huru, Kitambang, Kihujan, Hamirung, Kurai, Pasang, dan sebagainya. Di sana juga ada edelweis bridge di atas rawa, dengan latar belakang yang memanjakan mata.

Udaranya pun sangat sejuk karena berada di ketinggian 1.700 mdpl. Kalau ke sana saat musim kemarau, baiknya membawa perlengkapan penangkis dingin yang mumpuni, sebab temperaturnya ampun deh. Waktu saya berkemah di sana pada liburan Idul Adha kemarin, temperaturnya saat dini hari 13 derajat Celsius. Brrrrr… dingin euy.

Di tengahnya ada telaga kecil, mengimpit sebuah kolam renang air hangat alami yang airnya datang dari Gunung Patuha. Hanya saja, lantaran sekarang kita sedang dilanda pandemi COVID-19, ada baiknya tak usah berenang di kolam renang publik ini. Sebelum COVID-19, kami selalu menggunakan waktu menikmati sensasi air hangat di sini. Cukup memuaskan, walau kadang saya rasa pengelola kurang rajin membersihkan kolam renangnya, sehingga berlumut.

Spot yang penting dan menjadi ciri khas tempat ini adalah penangkaran rusa. Kabarnya, rusa dari jenis Rusa Timor yang memiliki nama latin Cervus timorensis, ini awalnya hanya tujuh ekor, dibawa dari Kebun Binatang Ragunan di Jakarta. Tapi populasinya terus bertambah dan kini menjadi salah satu daya tarik kawasan itu. Di lokasi penangkaran ini kamu bisa berfoto atau memberi makan rusa dengan membeli wortel (seikat Rp10.000 sekarang) dan kangkung (Seikat Rp5000).

O iya, di tempat ini juga banyak warung yang menyediakan berbagai macam makanan, dari makanan ringan sampai berat. Seandainya malas memasak, warung-warung ini bisa jadi andalan. Bahkan mereka juga menyediakan penyewaan berbagai peralatan camping, sampai menjual kayu bakar yang bisa dijadikan api unggun yang menghangatkan badan.

Tanpa peralatan apapun, kamu juga bisa camping di sini sebab pengelola juga menyediakan semua kebutuhanmu, sampai sambungan listrik pun bisa tersedia. Mau coba?

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: